Kamis, 02 November 2017

Kipasan Belang, Si Burung Pengicau yang Dilindungi

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/kipasan-belang-si-burung-pengicau-yang-dilindungi

Burung kicauan yang terdapat di wilayah hutan Indonesia tidak semuanya diperbolehkan untuk diperdagangkan dan dipelihara. Hal ini dikarenakan minimnya daerah persebaran yang terbatas dibeberapa daerah dan populasinya mengalami penurunan drastis. Tujuannya tentu agar kelestarian burung kicauan yang dilindungi negara tersebut tetap terjaga dan tidak sampai punah. Selain itu, jumlah burung kicauan yang mendapat perlindungan terbilang cukup banyak dan hampir sebagian besarnya memiliki kualitas kicauan merdu atau sebanding dengan burung kicauan yang umum dipelihara. Dan salah satunya adalah burung Kipasan Belang.

Rhipidura javanica yang merupakan nama latin dari burung Kipasan Belang termasuk tipe burung kicauan yang berpostur tubuh sedang. Ukuran postur tubuhnya sebenarnya tidak kalah beda dengan jenis burung Kipasan lainnya yakni sekitar 19 cm. Warna yang menutupi tubuhnya hanya terdiri dari dua warna yakni hitam dan putih. Warna hitam tampak menyelimuti area atas tubuhnya mulai dari kepala pipi, punggung, sayap, dan ekornya. Selain itu, warna hitam juga terlihat di bagian dadanya membentuk pola garis tebal yang melengkung mirip seperti kalung. Warna putih bisa dilihat di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada bawah, perut, tunggir, dan bawah ekornya. Pada bagian atas matanya juga terdapat warna putih berupa strip garis tipis yang berukuran agak panjang.

File:Malaysian Pied Fantail.jpg
Gambar: Burung Kipasan Belang

Ciri lainnya yang perlu disimak dari burung yang dijuluki sebagai “Murai Gila” ini adalah ekornya yang berukuran lumayan panjang dan dapat dikembangkan. Sewaktu burung sedang dalam masalah ataupun saat hendak berkicau biasanya ekornya akan dikembangkan sambil digoyang-goyangkan. Selain itu, sayap burung Kipasan Belang ini pun juga berukuran agak panjang di bagian ujungnya hingga hampir menyentuh pangkal ekornya. Karakter atau sifat burung kipasan ini dikenal cukup agresif dan bisa menyerang siapapun termasuk manusia yang berani memasuki wilayah teritorialnya. Dengan karakternya yang pemarah tersebut membuatnya dapat mempertahankan sarang dari serangan hewan predator atau manusia yang ingin mengambil anakkannya.

Persebaran burung Kipasan Belang hanya hidup di beberapa negara ASEAN seperti Myanmar, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Keberadaan burung berekor panjang ini di wilayah Indonesia terbilang cukup luas yang meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Lombok. Di habitat aslinya, burung Kipasan Belang ini biasanya menghuni area hutan hutan terbuka, hutan mangrove, hutan sekunder, dan pekarangan dekat pemukiman masyarakat. Selain itu, saat berburu makanan berupa serangga kecil biasanya burung Kipasan Belang bergerak secara sendiri-sendiri ataupun berpasangan dan terkadang bercampur dengan burung lain. Waktu perkembangbiakkannya seringnya berlangsung mulai bulan Maret sampai Juni tergantung wilayah yang ditinggalinya. Sarangnya dibentuk mirip cawan dengan bahan dasarnya diambil dari tumbuhan-tumbuhan kering yang halus dan dicampur dengan jaring laba-laba sebagai pengeratnya.

Nah, ciri kicauan burung Kipasan Belang terbilang cukup merdu dengan nada yang berirama naik turun. Volume kicauannya pun tergolong lumayan tinggi dan terdengar agak melengking dengan tempo kicauan yang cukup rapat. Bila didengarkan bunyi kicauannya seperti “ciii...ciii..wiiit...witt” yang dilakukan secara terus menerus hingga mencapai durasi hampir setengah menit. Tinggi dan lantangnya volume kicauan burung Kipasan Belang disesuaikan dengan karakter yang agresif.

Yup, itulah ulasan tentang burung Kipasan Belang yang termasuk burung kicauan yang keberadaannya di lindungi oleh negara. Untuk itu memang sebaiknya kita tidak boleh memeliharanya baik itu diperoleh dengan menangkap di alam liar atau membelinya. Selain itu, bila memang tertarik dengan burung Kipasan Belang dapat menyimpan audio rekaman suaranya yang banyak terdapat di internet tanpa harus memeliharanya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/02/24/kipasan-belang/
2. https://omkicau.com/2013/03/17/burung-kipasan-belang-alias-murai-gila-yang-unik-lihat-video-dan-download-audionya/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Malaysian_Pied_Fantail.jpg


Related Posts :