Minggu, 17 Desember 2017

Tangkar Kambing, Si Burung Ocehan yang Mulai Terancam Punah

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/tangkar-kambing-si-burung-ocehan-yang-mulai-terancam-punah

Jenis burung ocehan yang umum dipelihara dan diperdagangkan di pasar burung seringnya ada yang berasal dari hasil tangkapan hutan. Hal ini dikarenakan burung ocehan yang diperoleh dari hutan biasanya memiliki mental yang lebih berani dan kicauan lantang. Hanya saja, bila terlalu banyak burung ocehan yang diperoleh dengan menangkapinya di hutan tentu dapat mengurangi populasinya. Sebab ada beberapa di antara jenis burung ocehan yang populasinya di alam liar terus mengalami penurunan hingga ada statusnya sudah terancam punah. Pada artikel ini coba mengulik tentang salah satu jenis burung ocehan yang jumlahnya di alam liar kian sedikit. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Tangkar Kambing.

Burung Tangkar Kambing merupakan salah satu jenis burung ocehan yang memiliki ukuran tubuh cukup besar. Panjang tubuhnya mulai dari paruh sampai ujung ekor dapat mencapai 38 cm mirip seperti ukuran tubuh burung Srigunting. Bulu-bulu di tubuhnya terlihat berwarna kehitaman pekat yang tampak di bagian kepala, leher, tenggorokan, sayap, perut, dan ekornya. Selain warna hitam tampak juga warna putih yang berupa garis lurus agak tebal di bagian sisi kedua sayapnya. Tapi untuk sup-spesiesnya yang lain umumnya hanya berwarna hitam pekat tanpa ada sedikitpun coretan warna putih.

File:Black Magpie Platysmurus leucopterus.jpg
Gambar: Burung Tangkar Kambing

Ciri lainnya yang perlu dikenali dari burung Tangkar Kambing ini adalah jambul berwarna hitam di bagian kepalanya yang akan naik saat berkicau atau hendak terbang. Matanya yang berukuran besar terlihat berwarna hitam di bagian pupil dan warna merah saga di sisi yang mengitari pupilnya. Paruhnya berukuran lumayan besar dan agak panjang dengan warna hitam legam. Ekornya yang berukuran lumayan panjang hanya terdiri dari beberapa helai bulu yang agak lebar. Kakinya yang besar dan agak panjang juga tampak berwarna hitam pekat.

Penampilan burung yang bernama latin Platysmurus Leucopterus sekilas mirip burung Kacer dengan ada kesamaan corak warna berupa garis putih lurus di bagian sayap dan warna hitam yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Kehidupannya di alam liar biasanya mendiami area dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Burung Tangkar Kambing cukup pemalu dengan bersembunyi dibalik tajuk hutan tinggi dan lebih suka mengeluarkan suaranya saja. Penyebarannya hanya terbatas di negara kawasan Asia Tenggara yang meliputi Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Indonesia. Di hutan kita keberadaannya bisa dijumpai pada daerah Sumatera, Kalimantan, Pulau Bangka, dan Bintan.

Nah, ciri kicauan burung Tangkar Kambing terdengar agak parau dengan suara berderik yang diulang-ulang. Nada kicauannya cenderung pelan dan tenang dengan volume yang agak tinggi. Bunyi kicauannya terdengar seperti “keting, ka-long” yang diucapkan secara terus menerus dengan durasi dapat mencapai 30 detik. Selain itu, burung Tangkar Kambing tergolong mampu menirukan suara burung lain yang didengarnya dengan irama mirip siulan yang pelan dan berirama.

Tapi sangat disayangkan memang bahwa populasi burung Tangkar Kambing yang ada di alam liar sedang terancam yang diakibatkan perburuan dan rusaknya hutan yang menjadi rumahnya. Untuk itu ada baiknya memang bagi kita agar tidak memelihara burung Tangkar Kambing supaya populasinya dapat normal kembali. Selain itu, bagi Anda yang memang tertarik dengan burung Tangkar Kambing mungkin dapat menyimpan audio kicauannya yang ada terdapat internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/06/14/tangkar-kambing/
2. https://omkicau.com/2014/02/19/burung-tangkar-kambing-mirip-kacer-pintar-bersiul/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Black_Magpie_Platysmurus_leucopterus.jpg


Related Posts :