Senin, 01 Januari 2018

Tepus Pipi Perak, Si Burung Ocehan Endemik yang Dilindungi

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/tepus-pipi-perak-si-burung-ocehan-endemik-yang-dilindungi

Bila ditanyakan tentang burung Tepus Pipi Perak mungkin hanya sedikit dari para pembaca sekalian yang mengenal ataupun pernah melihatnya langsung di alam. Hal tersebut terasa wajar sebab burung Tepus Pipi Perak merupakan burung endemik yang daerah persebarannya terbatas di beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu, burung yang berukuran mungil ini pun termasuk jenis burung yang keberadaannya di alam liar dilindungi perundang-undangan. Sehingga siapapun tidak dibolehkan untuk menangkap, memperdagangkan, dan memeliharanya. Karenanya, pada artikel ini coba mengulik lebih dalam lagi tentang burung Tepus Pipi Perak agar semakin dikenal para pembaca sekalian.

Burung Tepus Pipi Perak merupakan burung endemik dengan daerah persebaran hanya terbatas di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Persebaran burung Tepus Pipi Perak di dua pulau tersebut terdapat di bagian barat dan tengah Pulau Jawa, sekitaran Indramayu, Gunung Papandayan, bagian timur Jawa, dan Bali. Di habitat aslinya biasanya jenis burung tepus ini berada di sekitaran area dataran tinggi baik itu hutan perbukitan sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, keberadaannya di alam liar tidak hanya menghuni area hutan pegunungan tapi juga di area pinggir hutan dan pekarangan sekitar rumah warga.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/23/Crescent-chested_Babbler_%28Stachyris_melanothorax%29.jpg
Gambar: Burung Tepus Pipi Perak

Ciri fisik burung yang bernama latin Stachyris melanothorax memiliki ukuran tubuh yang tergolong kecil dengan panjang maksimal hanya sekitar 13 cm saja. Warna tubuhnya tergolong beragam yang terdiri dari cokelat karat, putih keabu-abuan, cokelat kemerahan, dan hitam. Warna cokelat karat tampak menutupi hampir seluruh area atas tubuhnya mulai dari atas kepala, tengkuk, punggung, sisi bawah sayap, dan sisi bawah belakang sayapnya. Warna putih keabu-abuan terlihat di bagian bawah tubuhnya seperti pipi, tenggorokan, dada, dan area seluruh perutnya. Warna cokelat kemerahan terlihat di bagian sisi sayapnya mulai dari pangkal sampai ke ujungnya. Warna hitam tampak di beberapa bagian tubuhnya seperti sisi depan kepala dekat paruh, sisi tenggorokan dan dada berupa garis agak tebal, dan ujung sayap serta ekornya.

Di samping itu, paruh burung Tepus Pipi Perak yang berwarna kehitaman berukuran sedang dan agak tebal. Ekornya yang berwarna kecokelatan memiliki ukuran yang tidak terlalu panjang. Kakinya yang berwarna merah muda tampak kurus dengan kuku yang berukuran cukup panjang. Matanya tampak berwarna kehitaman di area pupil memiliki ukuran yang lumayan besar dengan pandangan yang cukup tajam. Bulu-bulu halus di bagian depan kepala dekat pangkal paruh dapat mengembang saat terkena angin.

Kehidupan burung Tepus Pipi Perak di alam liar yang menghuni area dataran tinggi ini dikenal memiliki sifat pemalu dengan suka bersembunyi dibalik rimbunnya dedaunan pohon dan hanya mengeluarkan suaranya saja. Sewaktu mencari makanan berupa serangga biasanya akan membentuk kelompok kecil untuk saling menjaga dari hewan predator yang ada di hutan. Masa berkembangbiak bagi burung Tepus Pipi Perak hampir berlangsung sepanjang tahun dengan masa puncak terjadi sekitar bulan Mei dan Juni. Selain itu, sarang yang dibangunnya terbuat dari daun palem dan rumput kering yang diletakkan dekat dengan permukaan tanah.

Nah, ciri kicauan burung Tepus Pipi Perak memiliki volume yang tidak terlalu tinggi dan kedengarannya cukup melengking. Kicauannya tergolong bervariasi dengan tempo yang agak rapat dan terdapat getaran di bagian tengah kicauan. Getaran suara tersebut berdurasi cukup pendek dengan diulangi secara terus menerus dan dipadukan bersama lengkingan yang terdengar cukup panjang.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Tepus Pipi Perak yang merupakan burung endemik Pulau Jawa dan Bali yang keberadaannya dilindungi pemerintah. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang hidup di hutan kita. Karenanya, bila Anda tertarik dengan burung Tepus Pipi Perak yang populasinya dilindungi negara tentu tidak perlu khawatir sebab dapat menyimpan audio suaranya yang terdapat di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2017/02/21/tepus-pipi-perak-burung-endemik-jawa-dan-bali-yang-dilindungi/
2. http://www.kutilang.or.id/2014/05/13/tepus-pipi-perak/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/23/Crescent-chested_Babbler_%28Stachyris_melanothorax%29.jpg


Related Posts :