Senin, 12 Februari 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Kedasi Hitam

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/mengenal-lebih-dekat-burung-kedasi-hitam

Jenis burung ocehan yang ada di wilayah hutan kita sebenarnya berjumlah lumayan banyak yang terdiri dari beragam jenis dengan corak warna dan suara kicauan yang berbeda-beda. Tapi umumnya dari sekian banyak jenis burung ocehan hanya segelintir saja yang dikenal dengan banyaknya yang memelihara dan mengikutkannya dalam perlombaan. Selain itu, jenis burung ocehan yang biasanya dikenal orang-orang adalah Murai Batu, Kenari, Kacer, Pleci, Ciblek, ataupun Cucak Ijo. Untuk itu pada artikel ini coba mengenalkan salah satu jenis burung ocehan yang berasal dari keluarga Cuculidae. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Kedasi Hitam.

Burung Kedasi Hitam termasuk salah satu jenis burung kedasi yang habitat hidupnya tersebar cukup banyak di wilayah hutan kita. Tapi sebelum dijelaskan keberadaannya di Indonesia terlebih dahulu dijabarkan penyebarannya di negara lain seperti Nepal, Banglades, Tiongkok, India, Filipina, Myanmar, Malaysia, dan Sri Lanka. Sedangkan daerah di Indonesia yang menjadi tempat tinggal burung Kedasi Hitam berada di kawasan Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Maluku utara.

File:Asian Drongo Cuckoo.jpg
Gambar: Burung Kedasi Hitam

Di habitat aslinya burung yang bernama latin Sumiculus Lugubris ini mendiami hutan yang berada di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 900 meter di atas permukaan laut. Keberadaannya di hutan biasanya menghuni area hutan lebat, tepian hutan, dan semak belukar. Selain itu, burung Kedasi Hitam memiliki sifat suka bersembunyi dibalik rimbunnya pepohonan dan lebih mengeluarkan suaranya saja. Jenis makanan yang biasa disantapnya tergolong beragam mulai dari ulat, laba-laba, kumbang, dan buah-buahan. Sedangkan masa berkembangbiaknya berlangsung pada bulan Juli, September, November sampai Maret dengan jumlah telur sebanyak 2 butir.

Adapun ciri fisik burung Kedasi Hitam memiliki penampilan sekilas mirip burung Srigunting. Persamaan ciri fisik tersebut tampak dari warnanya yang hitam dan bentuk ekornya yang panjang dengan pola mirip garpu. Hanya saja, ukuran tubuh burung Kedasi Hitam jauh lebih kecil dibanding burung Srigunting dengan panjang hanya sekitar 23 cm saja. Hampir seluruh tubuhnya mulai dari paruh, punggung, sayap, dada, perut, tunggir, dan ekornya tampak berwarna hitam pekat. Sedangkan di bagian bawah tubuhnya terkadang untuk beberapa sup-spesiesnya terlihat ada bintik-bintik putih. Selain itu, di area bawah ekornya yang memiliki bulu yang lebar juga terdapat warna putih yang membentuk pola garis secara vertikal.

Begitu pula dengan ciri suara burung Kedasi Hitam memiliki volume yang lumayan tinggi dan terdengar keras tapi tidak sampai melengking. Walaupun volume kicauannya cukup tinggi tapi suaranya tak terdengar parau ataupun serak. Kicauannya berirama pelan dengan diawal kicauan volumenya masih rendah dan di irama selanjutnya volume tersebut akan ditingkatkan yang berbunyi secara teratur. Suara kicauannya tergolong monoton dengan bunyi nada terdengar seperti “pi..pi...pi” yang dilakukan secara berulang-ulang.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Kedasi Hitam yang perawan fisiknya sekilas mirip burung Srigunting. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah pemahaman kita terkait ragam jenis burung ocehan yang hidup di wilayah hutan kita. Karenanya bila Anda tertarik dengan burung Kedasi Hitam mungkin dapat mencarinya di pasar burung ocehan yang ada di wilayah kota Anda masing-masing. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/05/22/kedasi-hitam/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_kedasi_hitam.htm

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Asian_Drongo_Cuckoo.jpg


Related Posts :