Minggu, 11 Februari 2018

Sekilas Tentang Burung Sepah Gunung

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-sepah-gunung

Berbicara tentang jenis burung Sepah mungkin tidak banyak dari pembaca yang mengenalnya sebagai burung ocehan yang bersuara merdu. Hal ini dikarenakan jenis burung Sepah memang belum umum yang memelihara ataupun menjadikannya sebagai burung masteran bagi burung ocehan lain. Selain itu, keberadaan jenis burung Sepah yang ada di wilayah hutan kita tergolong cukup banyak yang terdiri dari delapan jenis. Untuk itu pada artikel ini coba mengulik terkait salah satu jenis burung Sepah yang juga termasuk burung endemik dengan corak warna yang indah. Adapun nama burung Sepah tersebut adalah burung Sepah Gunung.

Burung Sepah Gunung merupakan burung endemik yang daerah persebarannya terbatas di Pulau Sumatera dan Jawa saja. Area yang menjadi tempatnya tinggal berada di kawasan pegunungan atau dataran tinggi dengan ketinggian dapat mencapai 2400 meter di atas permukaan laut. Kawasan hutan yang menjadi tempat tinggalnya umumnya berada di hutan lebat, area hutan pinus, dan terkadang mengunjungi lahan perkebunan atau pertanian milik masyarakat untuk mencari makanan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d9/Sunda_Minivet_-_Gunung_Gede_-_West_Java%2C_Indonesia.jpg
Gambar: Burung Sepah Gunung

Kehidupan burung yang tubuhnya berwarna merah ini di alam liar biasanya bergerak untuk mencari makan dilakukan secara berkelompok. Jumlah dalam satu kelompok yang dibentuk burung Sepah Gunung tergolong cukup besar yang mencapai sekitar 30 ekor. Jenis makanan yang biasa disantap burung Sepah Gunung biasanya berasal dari serangga seperti kumbang, ulat, telur serangga, dan tempayak. Selain itu, masa berkembangbiaknya berlangsung di bulan April dan Mei dengan jumlah telur sebanyak dua butir. Bentuk sarang tempat indukkan mengerami telurnya memiliki bentuk mirip cawan yang berukuran sedang dan ditaruh dekat cabang pohon.

Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Pericrocotus miniatus ini memiliki ukuran tidak kalah berbeda dengan jenis burung Sepah lainnya dengan panjang sekitar 19 cm. Corak warna bulunya hanya terdiri dari dua warna yakni merah dan hitam. Warna merah tampak menutupi area atas dan bawah tubuhnya mulai dari punggung, sayap, ekor, dada, perut, dan tunggirnya. Lalu warna hitam terlihat di bagian kepala, tenggorokan, leher, tengkuk, punggung, sisi sayap bawah, dan ekornya.

Di samping itu, burung Sepah Gunung mempunyai ekor yang berukuran lumayan panjang dan terdiri dari beberapa helai bulu. Paruhnya yang berwarna hitam berukuran pendek dan agak besar. Kakinya yang berwarna hitam juga terlihat kurus dengan ukuran sedang dan memiliki kuku yang panjang. Selain itu, matanya yang berwarna hitam di bagian pupilnya berukuran sedang dan memiliki sorot mata yang tajam.

Sedangkan ciri kicauan burung Sepah Gunung memiliki volume yang lumayan kencang dan terdengar agak melengking. Tempo kicauannya cenderung rapat dengan suara yang bernada pendek atau terpotong-potong. Bunyi kicauannya bernada seperti “cii... ciii... ciii” dan “tsrii-iii” yang dikeluarkan secara terus menerus. Suara kicauannya terdengar memang agak monoton tapi cukup lantang ataupun tajam.

Yup, demikianlah ulasan terkait burung Sepah Gunung yang merupakan burung endemik dengan suara yang tak kalah merdu. Untuk itu dari membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan endemik yang hidup di hutan kita. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung Sepah Gunung dapat mencarinya di pasar burung ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/04/20/sepah-gunung/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_sepah_gunung.htm

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d9/Sunda_Minivet_-_Gunung_Gede_-_West_Java%2C_Indonesia.jpg


Related Posts :