Senin, 02 April 2018

Mengulik Lebih Jauh Tentang Burung Kirik-Kirik Laut

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/mengulik-lebih-jauh-tentang-burung-kirik-kirik-laut

Jenis burung Kirik-Kirik termasuk jenis burung kicauan yang bercorak warna lumayan indah dengan variasi warna yang menutupi tubuhnya. Keberadaannya di wilayah hutan kita pun tersebar cukup merata di berbagai daerah. Selain itu, jenis burung Kirik-Kirik memiliki perilaku yang unik dengan membangun sarang bukan diletakkan pada ranting pohon tapi melubangi tanah yang membentuk gundukkan. Paruh burung ini pun berukuran agak panjang yang sedikit mirip dengan burung pengisap madu. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulik salah satu terkait burung Kirik-Kirik yang terdapat di wilayah hutan kita. Adapun namanya adalah burung Kirik-Kirik Laut.

Burung Kirik-Kirik Laut merupakan burung migrasi yang hanya mengunjungi hutan Indonesia di kala musim dingin tiba di negara asalnya. Keberadaan burung ini di negara yang menjadi tempatnya berkembangbiak berada di Asia Selatan, Filipina, Sulawesi (Indonesia), dan Pulau Irian (Indonesia). Walaupun ada dua daerah di wilayah Indonesia yang menjadi tempatnya berkembangbiak tapi tetap ada yang datang bermigrasi dari negara lain di waktu musim dingin tiba di habitat aslinya. Lalu daerah di wilayah hutan kita yang menjadi tujuannya bermigrasi tersebar merata di berbagai pulau mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

File:Blue-tailed Bee-eater (Merops philippinus) - Flickr - Lip Kee (1).jpg
Gambar: Burung Kirik-Kirik Laut

Di alam liar burung Kirik-Kirik Laut biasanya dijumpai di area dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 1200 meter di atas permukaan laut. Area hutan yang menjadi tempat tinggalnya sementara di Indonesia adalah hutan sekunder, mangrove, rawa-rawa, dan area persawahan. Sewaktu mencari makanan dilakukan dengan terbang dan bertengger di atas ranting pohon. Selain itu, makanan yang disantapnya biasanya ditangkap dengan menyambarnya saat terbang di langit. Jenis makanannya berupa serangga berukuran sedang seperti lebah, kumbang, capung, dan belalang. Masa berkembangbiak bagi burung Kirik-Kirik Laut yang terdapat di Sulawesi dan Pulau Irian tidak diketahui terkait bulannya tapi jumlah telurnya sekitar lima sampai tujuh butir.

Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Merops Philippinus berukuran cukup besar dibanding jenis burung Kirik-Kirik lainnya dengan panjang mencapai 30 cm. Corak warna bulunya tergolong cukup indah dengan warna yang bervariasi seperti hitam, cokelat zaitun, hijau zaitun, dan biru muda. Warna hitam tampak di sekitar matanya berupa garis tebal yang agak panjang. Selain itu, warna hitam ini pun terlihat juga di bagian ujung sayapnya yang tersapu warna biru muda. Warna cokelat zaitun menutupi area atas kepala, tengkuk, tenggorokan, dan dadanya. Warna hijau zaitun terlihat di bagian punggung atas, sayap, perut, dan tunggirnya. Lalu warna biru muda tampak menutupi bagian punggung tengah sampai belakang, ujung sayap, dan ekornya.

Ciri lainnya yang perlu diketahui dari burung Kirik-Kirik Laut ini adalah paruhnya yang berwarna hitam pekat berukuran cukup panjang dan melengkung di bagian ujungnya dengan bentuk yang agak tebal. Ekornya yang berwarna biru muda berukuran agak panjang dengan di bagian tengahnya tumbuh melebihi sisi kanan dan kiri ekornya. Kakinya yang berwarna hitam kecokelatan berukuran sedang dan tidak terlalu besar.

Sedangkan ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Blue-tailerd Bee-eater ini terdengar nyaring dan agak melengking dengan volume yang cukup tinggi. Suara kicauannya bertempo lumayan rapat yang hampir mirip suara crecetan. Dalam membunyikan kicauannya biasanya dimulai dengan nada rendah dan akan terus dinaikkan sampai terdengar agak melengking. Nada kicauannya terdengar seperti “kwinkk.... kwinkk... kwinkk”.

Nah, itulah ulasan tentang burung Kirik-Kirik Laut yang berpenampilan tak kalah menarik dibanding jenis burung Kirik-Kirik lainnya. Karenanya dari membaca artikel ini sampai tuntas semoga dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang ada di wilayah hutan Indonesia. Terima kasih.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/02/05/kirik-kirik-laut/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_kirik_laut.htm

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Blue-tailed_Bee-eater_(Merops_philippinus)_-_Flickr_-_Lip_Kee_(1).jpg


Related Posts :