Jumat, 06 April 2018

Sekilas Tentang Burung Takur Tohtor

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-takur-tohtor

Bila ditanyakan tentang burung Takur Tohtor mungkin hanya sedikit dari para pembaca yang mengetahui ataupun pernah melihatnya di alam liar. Hal ini terasa wajar dikarenakan jenis burung Takur Tohtor memang bukan termasuk jenis burung ocehan yang banyak dipelihara dan sering diikutkan dalam perlombaan. Selain itu, jenis burung Takur ini pun memiliki daerah persebaran hanya terbatas di wilayah Indonesia saja. Dan juga, burung Takur Tohtor tidak dibolehkan untuk ditangkap maupun dipelihara disebabkan statusnya sebagai burung yang dilindungi pemerintah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Takur Tohtor merupakan jenis burung endemik yang dikatakan daerah persebarannya hanya terbatas di wilayah Indonesia saja. Daerah di Indonesia yang menjadi tempat tinggal burung Takur Tohtor ini berada di Pulau Jawa dan Bali saja. Di habitat aslinya biasanya sangat umum terlihat di area dataran tinggi dengan rentan ketinggian dapat mencapai 2500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, keberadaannya di hutan pegunungan seringkali tampak mulai dari 900 mdpl. Terbatasnya area tempat tinggal yang didiami burung Takur Tohtor yang berada di pegunungan membuatnya sangat jarang terlihat orang-orang dan hanya bisa tampak saat pergi mendaki ke pegunungan.

File:Flame-fronted Barbet (Megalaima armillaris armillaris).jpg
Gambar: Burung Takur Tohtor

Di samping itu, kehidupan burung yang bernama latin Megalaima armillaris ini di alam liar biasanya berada di area hutan sekunder ataupun aktif bergerak di sekitar pinggiran hutan. Sewaktu mencari makanan di sekitar hutan kadangkala berbaur dengan kawanan burung lain dengan bertengger di ranting pepohonan. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya terbilang cukup beragam mulai dari aneka jenis biji-bijian dan serangga. Selain itu, waktu berkembangbiak yang dijalani burung Takur Tohtor berlangsung di bulan April, Mei, dan Desember dengan jumlah telur yang dierami indukkannya sekitar dua butir.

Adapun ciri fisik yang bisa dikenali dari burung Takur Tohtor ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang sekitar 20 cm. Corak warna bulunya tampak indah dengan adanya variasi warna yang cukup beragam mulai dari warna hijau tua, jingga, dan hitam. Warna hijau tua tampak menutupi hampir seluruh tubuhnya mulai dari sisi wajah, tenggorokan, punggung, sayap, dada, perut, sampai tunggirnya. Warna jingga terlihat hanya di bagian mahkota kepala sampai tengkuk dan lehernya dengan garis yang agak tebal. Alu warna hitam tampak hanya di bagian depan dan belakang matanya berupa garis yang cukup tebal.

Perlu diketahui juga bahwa ukuran paruh burung Takur Tohtor tidak terlalu panjang dan tampak tebal dengan warna hitam pekat. Matanya yang berwarna kehitaman terlihat berukuran agak besar dengan bentuk yang bulat. Ekornya yang berwarna agak kehijauan berukuran sedang yang tersusun dari beberapa helai bulu yang agak lebar. Selain itu, dengan ukuran tubuh yang sedang tampak bentuk tubuhnya sedikit agak besar baik di kepala maupun badannya.

Nah, suara kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Flame-fronted Barbet ini terdengar agak nyaring dengan volume yang sedang atau tidak terlalu tinggi. Bunyi kicauannya tidak terlalu bervariasi dengan lebih sering mengeluarkan suara yang diulang secara terus menerus. Nada kicauannya terdengar seperti: “trrrkkk... trrrkk.... trrkkk” yang dibunyikan secara berulang-ulang.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Takur Tohtor yang merupakan burung endemik yang hanya tersebar di Pulau Jawa dan Bali saja. Selain itu, burung Takur Tohtor juga memiliki corak warna yang indah dan terlihat mirip dengan warna paruh bengkok. Hanya saja, burung Takur Tohtor tidak diizinkan ditangkap maupun dipelihara oleh siapapun yang disebabkan statusnya sebagai burung yang keberadaannya dilindungi pemerintah. Untuk itu agar populasinya tetap terjaga di alam liar maka perlu menjaga hutan yang menjadi tempat tinggalnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2013/03/29/takur-tohtor/
2. https://omkicau.com/2014/07/26/9-jenis-burung-kicauan-nonlomba-yang-banyak-dijumpai-di-pasar-burung/2/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Flame-fronted_Barbet_(Megalaima_armillaris_armillaris).jpg


Related Posts :