Selasa, 17 Juli 2018

Nuri Tanau, Si Burung Paruh Bengkok yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/nuri-tanau-si-burung-paruh-bengkok-yang-bersuara-merdu

Jenis burung Nuri termasuk salah satu jenis burung paruh bengkok yang sudah umum dikenal orang-orang di hampir semua daerah. Orang-orang yang mengenal jenis burung Nuri tidak hanya dikarenakan corak warnanya yang indah tapi juga bunyi kicauannya yang terdengar merdu dan nyaring. Selain itu, jenis burung Nuri yang tersebar di wilayah Indonesia tergolong lumayan banyak hingga mencapai sekitar 32 jenis. Untuk itu pada artikel ini coba mengenalkan salah satu di antaranya yang memiliki suara kicauan merdu dan layak dipakai untuk memaster burung ocehan. Adapun namanya adalah burung Nuri Tanau.

Burung Nuri Tanau merupakan jenis burung paruh bengkok yang daerah persebarannya hanya terdapat di wilayah Asia Tenggara saja. Negara-negara yang menjadi habitat burung Nuri Tanau tersebar mulai dari Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Lalu di Indonesia keberadaannya terdapat di beberapa pulau besar dan kecil seperti Sumatera, Lingga, Bangka, Mentawai, dan Kalimantan. Keberadaannya di alam liar biasanya mendiami area dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian mencapai 700 meter di atas permukaan laut.

File:Blue-rumped Parrots Psittinus cyanurus (7116117161).jpg
Gambar: Burung Nuri Tanau

Di alam liar biasanya burung yang bernama latin Psittinus Cyanurus ini mendiami area yang lumayan jauh dari pemukiman masyarakat seperti hutan rawa, hutan mangrove, dan tanah garapan. Sewaktu bergerak mencari makanan seringnya dilakukan secara berkelompok dengan jumlah bisa mencapai hampir dua puluh ekor banyaknya. Jenis makanan yang disantapnya setiap hari cukup beragam mulai dari buah-buahan, biji-bijian, dan tunas muda yang masih lembut dan mengandung banyak air. Selain itu, burung Nuri Tanau menyukai berada di atas tajuk pohon terbuka dengan terbang secara cepat.

Ukuran tubuh burung Nuri Tanau tidak terlalu besar atau tampak sedang dengan panjang hanya sekitar 18 cm saja. Corak warnanya terdapat perbedaan mencolok antara jantan dan betinanya. Pada Nuri Tanau yang jantan bercorak warna abu-abu kebiruan di bagian mahkota kepala, pipi, tengkuk, tenggorokan, dan sekitaran dadanya. Terdapat juga warna hijau tua agak kehitaman di bagian punggung, sayap, ekor, dan pahanya. Tampak juga warna kemerahan berupa bercak yang tidak terlalu lebar di area pundak, pangkal sayap, dan keseluruhan paruhnya. Lalu dibagian perut sampai kebagian tunggir dan bawah ekornya terlihat berwarna hijau muda.

Disamping itu, corak warna burung Nuri Tanau yang betinanya tampak berwarna cokelat keabu-abuan di bagian mahkota kepala, pipi, tenggorokan, dan tengkuknya. Terlihat juga kebiruan di sekitaran pangkal sayap dan punggungnya. Dibagian sayap dan punggungnya ditutupi warna biru tua. Lalu ada juga warna hijau kekuningan di bagian dada, perut, sampai dengan tunggirnya. Paruhnya yang berukuran lumayan besar tampak berwarna hitam kecokelatan.

Nah, ciri kicauan burung Nuri Tanau terdengar melengking dan lumayan nyaring dengan volume yang cukup tinggi. Kicauannya bertempo cukup rapat dengan adanya irama nada yang naik-turun dibagian sampai akhirnya. Durasi kicauannya lumayan panjang hingga mencapai hampir satu menit lamanya. Nada kicauannya yang merdu dan nyaring terdengar seperti: “ciii...ciii...ciii” dan “ciiuww..iii”.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Nuri Tanau yang tidak hanya bercorak warna indah tapi juga bersuara merdu dan nyaring. Hanya saja, keberadaan burung Nuri Tanau di alam liar mengalami penyusutan yang membuat statusnya hampir terancam. Untuk itu ada baiknya memang kita tidak perlu memeliharanya guna menjaga populasinya agar bisa bertambah di alam liar. Dan bagi Anda yang tertarik dengan suara kicauannya maka dapat menyimpannya dengan mengunduh dari internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/09/20/nuri-tanau/
https://omkicau.com/2013/06/20/perawatan-dan-penangkaran-burung-nuri-tanau-puling-serindit-gajah/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Blue-rumped_Parrots_Psittinus_cyanurus_(7116117161).jpg

Jumat, 13 Juli 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Tangkar Cetrong

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-burung-tangkar-cetrong

Bila ditanyakan tentang burung Tangkar Cetrong mungkin tidak banyak dari para pembaca yang mengenal ataupun pernah melihatnya secara langsung di alam liar. Hal ini dirasa wajar sebab burung Tangkar Cetrong memang bukan termasuk jenis burung ocehan yang sering dipelihara orang-orang untuk dijadikan burung masteran atau sekedar burung rumahan saja. Walaupun demikian, bentuk tubuhnya tergolong unik dengan ekornya yang berukuran lumayan panjang dan corak warna bulunya termasuk cukup indah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Tangkar Cetrong merupakan jenis burung ocehan yang bertubuh lumayan besar dengan panjang mencapai 35 cm. Area penyebarannya terbatas hanya disekitaran wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia keberadaan burung Tangkar Cetrong diketahui tersebar mulai dari Kalimantan, Jawa, dan Bali saja. Tapi diduga juga terdapat disekitaran Sumatera walaupun sangat sedikit informasi yang memuat keberadaannya di sana.

File:Crypsirina temia.jpg
Gambar: Burung Tangkar Cetrong

Disamping itu, burung yang bernama latin Crypsirina Temia ini biasanya mendiami area dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 1500 meter di atas permukaan laut. Area lahan yang menjadi tempat tinggalnya adalah hutan sekunder, semak belukar yang ada pepohonannya, area lahan pertanian, dan pekarangan yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Sewaktu mencari makanan seringnya bergerak secara sendirian ataupun terkadang berpasangan. Jenis makanan yang disantapnya setiap hari tergolong beragam seperti aneka jenis serangga, keong, dan buah-buahan. Burung Tangkar Cetrong dikenal lincah saat terbang dari satu cabang pohon ke cabang yang lain. Waktu berkembangbiaknya berlangsung sekitar bulan April sampai Agustus dengan jumlah yang dierami indukannya dapat mencapai empat butir.

Nah, perlu diketahui bahwa burung Tangkar Cetrong tidak hanya memiliki tubuh yang agak besar tapi juga berekor lumayan panjang yang dapat mencapai sekitar 18 cm. Ekornya terdiri dari beberapa helai bulu yang agak lebar dengan bagian ujungnya berbentuk mirip sendok. Ekor panjang yang dimiliki burung Tangkar Cetrong berguna sebagai penyeimbang saat hendak terbang ataupun mendarat agar tidak sampai jatuh. Corak warna bulunya didominasi warna abu-abu hijau zaitun yang menutupi sebagian besar tubuhnya mulai dari mahkota, tengkuk, punggung, sayap, dada, perut, dan tunggirnya. Lalu tampak juga warna abu-abu kehitaman yang terdapat disepanjang ekornya. Pada bagian depan wajahnya terlihat berwarna hitam pekat dengan paruh yang warnanya keabu-abuan.

Ciri lainnya yang dapat digali dari burung Tangkar Cetrong adalah paruhnya yang berukuran agak panjang dan tampak tebal. Matanya berwarna hitam dibagian pupil dan berwarna biru laut disekitaran pupilnya tersebut dengan ukuran yang agak besar dan berbentuk bulat. Kakinya yang berwarna hitam keabu-abuan memiliki ukuran sedang dengan jari yang agak panjang dan kuku yang tajam. Selain itu, burung Tangkar Cetrong termasuk dalam keluarga Corvidae atau bagian dari jenis burung gagak.

Adapun ciri kicauan burung yang juga dipanggil sebagai burung Irian ini terdengar agak melengking dengan volume yang lumayan tinggi. Bunyi kicauannya berupa teriakan dengan tempo yang sedang dan terus melakukan pengulangan nada secara terus-menerus atau monoton. Tapi terkadang juga, burung berekor panjang ini mengeluarkan kicauan berupa getaran yang diselingi suara yang agak bulat sebagai penutupnya. Walaupun demikian, bunyi kicauannya juga terdengar lumayan lantang dan cukup tajam ditiap ujung bunyinya.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Tangkar Cetrong yang ekornya berukuran cukup panjang dengan ujung berbentuk mirip sendok. Selain itu, sedikit tambahan informasi burung Tangkar Cetrong termasuk burung kicauan yang suka sekali mandi guna menjaga kebersihan bulu dan ekornya agar tetap cantik dan indah. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah informasi seputar ragam jenis burung ocehan yang jarang dibicarakan orang-orang. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung Tangkar Cetrong dapat mencarinya di pasar burung ataupun menyimpan audio suaranya yang ada di internet untuk menambah koleksi suara burung ocehan. yang nantinya dapat dipakai sebagai suara masteran bagi burung lain. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/07/28/tangkar-cetrong-kerabat-cililin-bersuara-keras/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_tangkar_cetrong.htm
http://www.kutilang.or.id/2012/06/13/tangkar-centrong/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Crypsirina_temia.jpg