Jumat, 02 November 2018

Mengulik Lebih Jauh Tentang Burung Tekukur Biasa

Sudah terbit di: https://steemit.com/burung/@lerengbukit/mengulik-lebih-jauh-tentang-burung-tekukur-biasa

Jenis burung Tekukur Biasa termasuk salah satu dari sederet burung ocehan yang sudah umum dikenal dan banyak dipelihara orang-orang. Alasan banyaknya yang memelihara burung Tekukur Biasa dikarenakan kicauannya yang lumayan merdu dan terkadang dimanfaatkan untuk memaster burung ocehan lainnya. Selain itu, habitat burung yang mirip Merpati ini berada tidak jauh dari pemukiman masyarakat baik di perkotaan maupun desa. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih dekat lagi terkait kehidupannya di alam bebas agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Tekukur Biasa memiliki daerah persebaran tidak hanya terdapat di wilayah Indonesia tapi juga ditemukan di negara lain. Negara-negara yang terdapat populasi burung Tekukur Biasa tergolong cukup banyak mulai dari Pakistan, Nepal, India, Sri Lanka, Myanmar, Tiongkok, Taiwan, Bangladesh, Thailand, dan Filipina. Selain itu, daerah di Indonesia yang menjadi habitat burung berukuran besar ini terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Nusantara Tenggara. Dalam penyebarannya burung Tekukur Biasa juga telah diintroduksi atau dilepasliarkan di daerah Sulawesi dan Maluku.

File:Spilopelia chinensis (Columbidae) (Spotted Dove), Dhaka, Bangladesh.jpg
Gambar: Burung Tekukur Biasa

Keberadaan burung yang bernama latin Spilopedia Chinensis ini di alam liar banyak terdapat di kawasan terbuka yang dekat dengan pemukiman masyarakat. Area lahan yang menjadi tempat tinggal burung Tekukur Biasa ini umumnya di taman, lahan terbuka yang terdapat pepohonannya, perkebunan, dan area lahan terbuka lainnya. Sewaktu mencari makanan seringnya berada di permukaan tanah bersama dengan kawanannya dalam jumlah kecil. Sarang yang dibangunnya saat memasuki musim berbiak memiliki bentuk cawan datar yang menggunakan ranting disusun rapi.

Sedangkan ukuran fisik burung Tekukur Biasa tergolong cukup besar dengan panjang sekitar 30 cm. Corak warna bulunya terdiri dari beberapa jenis warna seperti abu-abu kehitaman, hitam, putih, dan merah jambu. Warna abu-abu kehitaman tampak menutupi area atas tubuhnya yang meliputi bagian mahkota kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Warna hitam terlihat di bagian tengkuk, ujung sayap, dan pinggir ekornya. Warna putih menutupi area tepian sayap dan berupa bintik-bintik kecil disekitar tengkuknya. Lalu warna merah jambu tampak di area bawah tubuhnya mulai dari sisi wajah, tenggorokan, perut, dan tunggirnya.

Disamping itu juga, burung Tekukur Biasa memiliki paruh berwarna hitam yang berukuran sedang dan tampak agak tebal. Matanya berwarna hitam kecokelatan berukuran sedang dan berbentuk bulat. Ekornya yang berwarna abu-abu kehitaman berukuran agak panjang dan terdiri dari beberapa helai bulu yang lebar. Selain itu, perawakan tubuh burung Tekukur Biasa tampak mirip dengan burung Merpati dengan bagian dada dan perutnya yang berukuran agak besar.

Adapun ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Spotted Dove ini tergolong merdu. Volume kicauan yang dibunyikannya terdengar sedang dengan tempo yang tidak terlalu rapat. Suara kicauannya memiliki nada yang agak tinggi dengan bunyi seperti “te-kuk-kurrr” yang diulangi secara terus-menerus. Walaupun demikian, burung Tekukur Biasa termasuk jenis burung ocehan yang rajin atau aktif berkicau dengan durasi kicauan dapat mencapai di atas satu menitan.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Tekukur Biasa yang memiliki suara kicauan yang lumayan merdu dan nyaring. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah ketertarikan Anda terhadap jenis burung Tekukur Biasa. Karenanya bagi Anda yang berkeinginan memeliharanya dapat mencarinya di pasar burung ocehan ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/11/tekukur-biasa/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_tekukur_biasa.htm
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Spilopelia_chinensis_(Columbidae)_(Spotted_Dove),_Dhaka,_Bangladesh.jpg

Rabu, 24 Oktober 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Layang-Layang Batu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-burung-layang-layang-batu

Jenis burung Layang-Layang yang terdapat di wilayah hutan Indonesia sudah umum dikenal orang-orang tapi bukan sebagai burung ocehan. Umumnya orang-orang yang mengenal jenis burung Layang-Layang dikarenakan kemampuan terbangnya yang mampu melayang di udara tanpa terlalu sering mengepakkan sayapnya. Hanya saja, suara kicauan yang dimiliki burung yang sayapnya berukuran panjang ini terdengar lumayan merdu dan nyaring. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu di antaranya agar semakin banyak yang mengetahuinya. Adapun nama burung tersebut adalah burung Layang-Layang Batu.

Burung Layang-Layang Batu merupakan jenis burung Layang-layang yang berukuran kecil dengan panjang hanya sekitar 14 cm saja. Daerah persebarannya tidak hanya terdapat di wilayah hutan Indonesia tapi juga tersebar di berbagai negara lainnya seperti India, Sri Lanka, Filipina, Myanmar, Thailand, dan Papua Nugini. Sedangkan keberadaan burung Layang-Layang Batu di Indonesia tersebar mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

File:Hirundo tahitica.jpg
Gambar: Burung Layang-Layang Batu

Sewaktu berada di alam liar burung yang bernama latin Hirundo Tahtica ini mendiami area dataran sampai perbukitan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Area lahan yang menjadi habitatnya tinggal umumnya daerah terbuka yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat yang meliputi area jembatan dekat sungai, perkebunan, dan hutan sekunder. Saat mencari makanan biasanya dilakukan secara sendirian dengan terbang melayang dekat permukaan air. Masa berkembangbiak yang dijalaninya berlangsung sekitar bulan Desember sampai Agustus dengan sarang berbentuk bola yang diletakkan dekat jembatan maupun bangunan.

Adapun ciri fisik burung Layang-Layang Batu dikatakan pada paragraf di atas bahwa ukuran badannya tergolong kecil. Corak warna bulunya terdiri dari beberapa warna seperti merah karat, hitam, abu-abu, dan biru. Warna merah karat tampak menutupi area depan kepala, sisi wajah, dan tenggorokannya. Warna hitam terdapat di area atas kepala, sayap dan ekornya. Warna abu-abu terlihat di bagian bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, dan tunggirnya. Lalu warna biru terdapat menutupi area atas tubuhnya yang meliputi seluruh punggung dan pangkal sayapnya.

Di samping itu, burung Layang-Layang Batu memiliki paruh berwarna hitam yang berukuran sedang dan tampak agak tebal. Sayapnya yang berwarna hitam berukuran lumayan panjang yang mencapai setengah dari ukuran ekornya. Matanya berwarna hitam kecokelatan berukuran agak besar dan berbentuk bulat. Ekornya yang berwarna hitam berkurang sedang dan terdiri dari beberapa helai bulu yang agak lebar. Kakinya yang berwarna hitam berukuran sedang dan memiliki cakar yang tajam.

Nah, ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris di panggil Pacific Swallow ini terdengar lumayan merdu dan nyaring. Volume kicauan yang dibunyikan tergolong sedang dengan tempo yang lambat. Nada suaranya berupa cuitan yang dibunyikan secara terus-menerus dengan irama yang tidak sampai melengking di telinga.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Layang-Layang Batu yang tidak hanya dikenal unik saat terbang tapi juga memiliki suara kicauan lumayan merdu. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita seputar burung ocehan yang ada di Indonesia. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/18/layang-layang-batu/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_layang_batu.htm
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Hirundo_tahitica.jpg