Rabu, 17 Oktober 2018

Mengulas Seputar Burung Takur Tenggeret

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/mengulas-seputar-burung-takur-tenggeret

Berbicara tentang jenis burung Takur mungkin tidak banyak yang mengenali ataupun pernah melihatnya di alam liar. Hal ini dirasa wajar sebab jenis burung Takur sangat jarang dipelihara maupun belum pernah diikutkan dalam perlombaan. Padahal suara kicauan yang dimilikinya tergolong lumayan nyaring dan merdu. Selain itu, keberadaan burung Takur Tenggeret di wilayah hutan Indonesia termasuk lumayan banyak yang jumlahnya sekitar 18 jenis. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulas salah satu diantaranya agar semakin banyak yang mengenalinya. Adapun namanya adalah burung Takur Tenggeret.

Burung Takur Tenggeret merupakan burung endemik yang daerah persebarannya hanya terbatas di wilayah hutan Indonesia. Daerah atau pulau yang menjadi habitatnya terdapat di wilayah Pulau Jawa dan Bali saja. Di alam liar biasanya burung Takur Tenggeret tersebar mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 200 meter di atas permukaan laut. Terbatasnya daerah yang menjadi tempatnya tinggal tentu membuat orang-orang tidak terlalu mengenalinya.

File:Yellow-eared Barbet - Meru Bethiri - East Java MG 7202 (29696590452).jpg
Gambar: Burung Takur Tenggeret

Area lahan atau hutan yang sering ditinggali burung Takur Tenggeret ini berada agak jauh dari pemukiman masyarakat seperti tepian hutan, hutan primer, hutan sekunder, tegalan, mangrove, bambu, rawa-rawa, dan perkebunan. Jenis makanan yang biasanya disantap burung Takur Tenggeret cukup beragam mulai dari buah-buahan dan serangga yang banyak terdapat di hutan. Saat memasuki masa berkembangbiak yang berlangsung sekitar bulan Februari sampai Oktober biasanya akan membangun sarang berupa lubang kecil di pohon yang sudah mati dengan jumlah telur sebanyak dua butir.

Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Psilopogon Australis ini berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 17 cm saja. Corak warna bulunya terdiri dari beberapa jenis warna yakni biru muda, hitam, kuning, dan hijau. Warna biru muda tampak menutupi area di sekitaran kepalanya seperti mahkota kepala dan tenggorokannya saja. Warna hitam juga terlihat di sekitar area kepalanya yakni garis hitam horizontal di dekat mata dan bawah tenggorokannya. Warna kuning terdapat di area bawah matanya yang berukuran agak lebar dan pangkal dadanya. Warna hijau tampak menutupi sebagian besar area tubuhnya mulai dari tengkuk, punggung, sayap, dada, perut, tunggir, dan ekornya.

Ciri lainnya yang perlu disimak dari burung Takur Tenggeret ini memiliki paruh yang berukuran sedang dan besar dengan warna hitam pekat. Pada bagian depan wajahnya terdapat beberapa bulu halus berwarna hitam yang berukuran agak panjang. Ekornya yang berwarna kehijauan berukuran sedang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang agak lebar. Matanya yang berwarna hitam berukuran agak besar dan tampak bulat. Kakinya yang berwarna hitam keabu-abuan berukuran sedang dan terlihat agak besar.

Sedangkan ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris Yellow-eared Barbet ini tergolong merdu dan nyaring. Volume kicauannya tidak terlalu tinggi dan tidak sampai melengking di telinga. Tempo kicauannya lumayan agak rapat dengan bunyi beruntun yang terdengar secara terus-menerus. Nada kicauan yang dibunyikannya seperti: “ta-rrrrt... ta-trrrrt” ataupun “tuukk...tukkk”.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Takur Tenggeret yang tidak hanya mempunyai corak warna indah tapi juga suara kicauannya terdengar cukup nyaring. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang jarang diperbincangkan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2015/11/17/takur-tenggeret-takur-kuping-kuning/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Yellow-eared_Barbet_-_Meru_Bethiri_-_East_Java_MG_7202_(29696590452).jpg

Kamis, 27 September 2018

Brinji Gunung, Si Burung Ocehan Endemik yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/brinji-gunung-si-burung-ocehan-endemik-yang-bersuara-merdu

Bila ditanyakan tentang burung Brinji Gunung mungkin tidak banyak dari para pembaca yang mengenal ataupun pernah melihatnya secara langsung di alam liar. Hal ini terasa wajar sebab burung Brinji Gunung sangat jarang dibicarakan sebagai burung ocehan yang bersuara merdu. Selain itu, penyebaran burung ini pun hanya terbatas di wilayah hutan Indonesia atau disebut burung endemik. Hanya saja, suara kicauan yang dimilikinya terdengar cukup merdu atau tak kalah nyaring dibanding jenis burung ocehan yang sudah umum kita kenal. Untuk itu pada tulisan ini coba mengupasnya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenali burung Brinji Gunung.

Burung Brinji Gunung merupakan jenis burung ocehan yang mendiami area pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 850 sampai 2400 meter di atas permukaan laut. Daerah di kawasan Indonesia yang menjadi area tempatnya tinggal tersebar mulai dari Sumatera bagian barat dan Jawa. Area hutan yang sering ditinggalinya berada di sekitaran kaki gunung dan zona alpin hutan kerangas yang masih banyak ditumbuhi pepohonannya. Jauhnya keberadaan habitat burung Brinji Gunung yang tersebar di area pegunungan tentunya membuat orang-orang banyak yang tidak mengenalinya.

File:Ixos virescens 1838.jpg
Gambar: Ilustrasi Burung Brinji Gunung

Sewaktu berada di alam liar biasanya burung Brinji Gunung bertengger di tajuk pohon yang cukup tinggi. Begitu pula saat ingin mencari makanannya seringnya dilakukan secara berkelompok ataupun bergabung bersama jenis burung lain. Jenis makanan yang menjadi santapan rutinnya berupa serangga kecil dan buah-buahan. Sarang yang dibangunnya saat memasuki musim kawin memiliki bentuk mirip cawan yang letaknya tidak jauh dari tanah. Waktu berkembangbiak yang dijalaninya pun berlangsung sekitar bulan April dan Mei dengan jumlah telur yang dierami indukan berkisar dua butir.

Adapun ukuran fisik burung yang bernama latin Ixos Virescens ini tergolong agak besar dengan panjang sekitar 20 cm. Corak warna bulunya terdiri dari warna hijau zaitun, putih kusam, hitam, abu-abu, dan abu-abu kehijauan zaitun. Warna hijau zaitun tampak menutupi area atas tubuhnya seperti tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Warna putih kusam bercampur dengan hitam membentuk corak burik di bagian bawah tubuhnya yang meliputi area tenggorokan, dada, perut, dan tunggirnya. Warna abu-abu terlihat hanya menutupi bagian mahkota kepalanya saja. Lalu warna abu-abu kehijauan zaitun terdapat di sekitaran area pipi atau wajahnya.

Ciri lainnya dari burung Brinji Gunung adalah badannya yang tampak agak bulat dengan bulu-bulu lebat di sekitaran leher dan dadanya. Paruhnya yang berwarna hitam berukuran sedang dan berbentuk runcing. Ekornya yang berwarna hijau zaitun berukuran lumayan panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tampak agak lebar. Kakinya berwarna hitam pekat dengan ukuran sedang dan terlihat kurus.

Disamping itu, ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Sunda Streaked Bulbul ini termasuk lumayan nyaring dan agak melengking. Volume kicauan yang dibunyikannya terdengar agak tinggi tapi tidak sampai memekikkan telinga. Tempo kicauannya tergolong agak rapat yang berbunyi mirip crecetan dengan nada terpotong-potong. Nada kicauannya terdengar seperti: “ciit.. ciitt.. ciittt” yang dibunyikan secara terus-menerus dengan suara nyaring dan lantang.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Brinji Gunung yang habitat hidupnya hanya terdapat di Indonesia dan memiliki kicauan lumayan merdu. Hanya saja, populasi burung Brinji Gunung di alam liar sedang mengalami penurunan dengan status hampir terancam. Untuk itu ada baiknya memang tidak perlu memeliharanya agar populasinya di alam liar dapat meningkat. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan suara kicauannya maka dapat mengunduhnya dari internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/26/brinji-gunung/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_brinji_gunung.htm
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ixos_virescens_1838.jpg