Kamis, 21 Juni 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Sikatan Kilap

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@kakibukit/mengenal-lebih-dekat-burung-sikatan-kilap

Berbicara tentang burung Sikatan atau Tledekan mungkin hampir tidak ada lagi dari para pembaca yang tidak mengenalnya. Hal ini dikarenakan jenis burung Sikatan termasuk cukup digemari dengan banyaknya yang memelihara dan seringnya diikutkan dalam perlombaan. Akan tetapi, jenis burung Sikatan yang umumnya dikenali orang-orang hanya terdiri dari dua jenis yakni Sikatan Bakau dan Gunung. Padahal jenis burung Sikatan yang terdapat di wilayah hutan kita terbilang cukup banyak hingga mencapai 66 jenis. Karenanya pada tulisan ini coba mengulik salah satu di antaranya agar semakin dikenal oleh para pembaca sekalian. Adapun namanya burung burung Sikatan Kilap.

Burung Sikatan Kilap memiliki daerah persebaran yang hanya berada di kawasan timur Indonesia. Area pulau dan daerah yang terdapat populasi burung Sikatan Kilap ini tersebar mulai dari Morotai, Halmahera, Ternate, Tidore, Bacan, Damar, Kepulauan Tanimbar, Pulau Papua, Kepulauan Bismarck, Pulau Manam, dan Kepulauan Aru. Selain itu, jenis burung Sikatan ini pun juga bisa ditemui di kawasan negara Australia. Keberadaannya di alam liar mendiami area dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian dapat mencapai 1200 meter di atas permukaan laut.

File:Myiagra alecto melvillensis male 2.jpg
Gambar I: Burung Sikatan Kilap jantan

File:Myiagra alecto melvillensis female 1.jpg
Gambar II: Burung Sikatan Kilap betina

Ukuran tubuh burung Sikatan Kilap tidak kalah berbeda dibanding jenis Sikatan lainnya yang panjang sekitar 18 cm. Corak warna bulunya terdapat perbedaan yang lumayan mencolok antara jantan dan betinanya. Pada burung Jantan tampak berwarna hitam kebiruan yang mengkilap. Warna tersebut terlihat menutupi keseluruhan tubuhnya mulai dari kepala, tenggorokan, leher, tengkuk, punggung, sayap, dada, perut, ekor, dan tunggirnya. Betinanya memiliki corak warna bulunya yang lebih variatif seperti hitam kebiruan, cokelat tua, dan putih. Warna hitam kebiruan hanya tampak di bagian mahkota, depan wajah, sisi dekat belakang mata, dan tengkuknya. Warna cokelat tua terlihat di area atas badannya mulai dari punggung, sayap, dan ekornya. Lalu warna putih terdapat di bagian atas mata berupa alis, tenggorokan, dada, perut, dan tunggirnya.

Ciri lainnya perlu diketahui dari burung Sikatan Kilap ini adalah ekornya yang berukuran lumayan panjang dan dapat dikembangkan mirip burung Kipasan ataupun Kacer. Paruhnya yang berwarna hitam berukuran sedang dan tampak sedikit tebal. Matanya yang berwarna hitam kecokelatan terlihat bulat dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Lalu kakinya berwarna hitam pekat yang berukuran sedang dan tampak agak kurus dengan cakar yang tajam.

Kehidupan burung yang bernama latin Myiagra alecto ini di alam liar tergolong cukup pemalu dengan suka bersembunyi dibalik dedaunan. Biasanya untuk memancing agar burung Sikatan Kilap ini menunjukkan wajahnya menggunakan suara yang mirip dengan nya. Area hutan yang menjadi tempat tinggalnya cukup beragam seperti hutan mangrove, semak belukar yang tidak jauh dari air, dan hutan sekunder. Selain itu, sewaktu memasuki musim kawin biasanya burung Sikatan Kilap pejantan akan menunjukkan kebolehannya dengan menggerakkan ekornya ke arah atas dan bawah sambil mengembangkannya. Turut pula dengan membuka paruhnya selebar mungkin hingga tampak garis-garis yang ada di sekitaran mulutnya yang berwarna jingga-merah.

Sedangkan suara kicauan burung Sikatan Kilap terdengar lumayan nyaring dengan volume yang tidak terlalu tinggi. Temponya tidak terlalu rapat dengan durasi kicauan tergolong sedang atau sekitar 30-an detik. Pada saat nadanya tidak tinggi suara kicauannya berupa siulan yang berirama. Tapi sewaktu volume kicauannya bertambah tinggi maka karakter suaranya pun berubah yang terdengar agak parau atau sengau dengan ciri seperti: “kyeannnhh... kyeannnhh”.

Nah, begitulah ulasan terkait burung Sikatan Kilap yang corak warnanya memang tampak indah. Untuk itu dengan dibacanya artikel ini sampai tuntas maka akan menambah wawasan kita sekalian seputar burung Sikatan yang jenisnya tergolong lumayan banyak di hutan Indonesia. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/12/23/sikatan-kilap/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Myiagra_alecto_melvillensis_male_2.jpg
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Myiagra_alecto_melvillensis_female_1.jpg

Rabu, 20 Juni 2018

Kerakbasi Alis-hitam, Si Burung Ocehan Migrasi yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/kerakbasi-alis-hitam-si-burung-ocehan-migrasi-yang-bersuara-merdu

Jenis burung Kerakbasi termasuk salah satu dari deretan jenis burung ocehan yang mempunyai kicauan merdu dan nyaring. Hanya saja, sangat sedikit orang-orang yang mengenal ataupun pernah memeliharanya untuk dijadikan burung masteran atau sekedar burung rumahan saja. Hal ini terasa wajar disebabkan dua dari tiga jenis burung Kerakbasi yang terdapat di wilayah hutan kita dikategorikan sebagai burung migrasi yang hanya berkunjung setahun sekali saja. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu jenis burung Kerakbasi yang termasuk burung migrasi agar semakin dikenal oleh para pembaca sekalian. Adapun namanya adalah burung Kerakbasi Alis-hitam.

Burung Kerakbasi Alis-hitam merupakan salah satu jenis burung migrasi yang negara asalnya berada di kawasan Asia timur laut. Negara-negara yang menjadi tujuan migrasinya sebenarnya tidak hanya Indonesia tapi meliputi beberapa negara lainnya seperti India, Tiongkok, Malaysia, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Waktu bermigrasi bagi burung Kerakbasi Alis-hitam biasanya dilangsungkan pada saat musim dingin hendak turun di negara asalnya dengan segera mengunjungi daerah atau negara lain yang sedang tidak turun salju. Lalu tujuan bermigrasinya kawanan burung Kerakbasi ini tentunya dikarenakan tidak tahannya terhadap udara dingin di habitat aslinya yang dapat mencapai di bawah nol derajat celcius.

File:Black-browed Reed-Warbler - Thailand H8O4187 (17330625285).jpg
Gambar: Burung Kerakbasi Alis-hitam

Sedangkan penyebaran burung Kerakbasi Alis-hitam di hutan Indonesia diketahui hanya terdapat di wilayah Pulau Sumatera saja. Hal ini tentu menjadi penyebab banyak di antara para penghobies tidak mengenal burung Kerakbasi. Selain itu, kehidupannya di alam liar seringnya berada di area lahan yang banyak ditumbuhi pepohonan dan rerumputan tinggi yang dekat dengan daerah berair. Perilakunya tidak cukup aktif dengan suka bergerak dari satu ranting pohon ke ranting lainnya. Hanya saja, mengingat burung Kerakbasi Alis-hitam termasuk burung migrasi maka tidak diketahui secara pasti terkait bentuk sarang dan waktu berkembangbiaknya.

Di samping itu, burung yang dalam bahasa latin dipanggil Acrocephalus bistrigiceps ini tampak berukuran agak kecil dengan panjang hanya sekitar 13 cm saja. Corak warna bulunya didominasi oleh warna cokelat tua yang terlihat di bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota kepala, tengkuk, sisi bawah dekat wajah, punggung, sayap dan ekornya. Pada bagian atas matanya terdapat garis tebal yang berukuran lumayan panjang dengan warna putih kekuningan. Selain itu terdapat pula warna putih keabu-abuan yang tampak di bagian bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, perut, dan sampai tunggirnya.

Ciri lainnya yang perlu diketahui dari burung Kerakbasi Alis-hitam memiliki paruh yang berukuran sedang dan tidak tebal dengan warna kehitaman. Matanya yang berukuran sedang dengan bentuk agak bulat tampak berwarna hitam kecokelatan. Ekornya yang berwarna kecokelatan berukuran sedang dengan terdiri dari beberapa helai bulu yang dapat mengembang. Kakinya yang berwarna hitam pekat berukuran lumayan panjang dan tampak ramping atau kurus dengan cakar yang tajam.

Adapun ciri kicauan burung Kerakbasi Alis-hitam terdengar cukup nyaring dan agak melengking dengan volume yang lumayan kencang. Kicauannya bertempo lumayan rapat dengan bunyi hampir suara crecetan. Nada suara yang dikeluarkan terdengar tajam dengan irama yang tidak terlalu beraturan. Selain itu, burung Kerakbasi Alis-hitam termasuk jenis burung kicauan yang aktif atau rajin berkicau dengan durasi dapat mencapai hampir satu menit lamanya.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Kerakbasi Alis-hitam yang sering bermigrasi ke Indonesia setiap tahunnya. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah pemahaman kita terkait ragam jenis burung ocehan yang sangat jarang dipelihara ataupun diikutkan dalam perlombaan. Hanya saja, bagi Anda yang tertarik dengan burung Kerakbasi Alis-hitam mungkin akan kesulitan mencarinya di pasar burung maka solusinya dapat menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/03/28/kerakbasi-alis-hitam/
https://omkicau.com/2015/02/03/tiga-spesies-burung-kerakbasi-di-indonesia-dan-suaranya-untuk-masteran/4/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Black-browed_Reed-Warbler_-_Thailand_H8O4187_(17330625285).jpg