Minggu, 18 November 2018

Burung-madu Ekor-merah, Si Burung Ocehan Endemik yang Dilindungi

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/burung-madu-ekor-merah-si-burung-ocehan-endemik-yang-dilindungi

Berbicara tentang jenis burung Madu mungkin sebagian besar dari para pembaca sudah mengenal ataupun bahkan pernah melihatnya di alam liar. Hal ini dikarenakan jenis burung Madu termasuk salah satu dari sederet burung ocehan yang memiliki suara kicauan merdu dan cukup sering dimanfaatkan untuk memaster burung lain. Selain itu juga, corak warna ke semua jenis burung Madu tergolong indah dengan warna yang bervariasi atau beragam. Untuk pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu jenis burung Madu yang belum terlalu dikenal. Adapun nama burung tersebut adalah burung-madu Ekor-merah.

Burung-madu Ekor-merah merupakan jenis burung endemik yang habitat hidupnya hanya terdapat di wilayah hutan Indonesia. Daerah di Indonesia yang terdapat populasi burung-madu Ekor-merah hanya berada di kawasan Pulau Sumatera dan Kalimantan. Saat berada di alam liar biasanya mendiami area dataran tinggi dengan ketinggian berkisar 800 sampai 1800 meter di atas permukaan laut. Begitu tingginya area yang menjadi habitat hidup burung-madu Ekor-merah tentunya banyak yang tidak terlalu mengenalinya.

File:Temminck's Sunbird.jpg
Gambar: Burung-madu Ekor-merah

Keberadaan burung yang bernama latin Aethopyga temminckii ini di area dataran tinggi biasanya banyak terdapat di sekitaran hutan primer, hutan sekunder, dan hutan terbuka yang jauh dari pemukiman masyarakat. Saat mencari makanan seringnya berada di sekitaran rumpun-rumpun Loranthus. Selain itu, burung-madu Ekor-merah memiliki sifat atau karakter yang lincah atau aktif bergerak dengan berpindah dari satu ranting ke ranting yang lainnya.

Adapun ukuran fisik burung-madu Ekor-merah tergolong lumayan kecil dengan panjang hanya sekitar 13 cm saja. Corak warna bulunya terdapat perbedaan mencolok antara jantan dan betinanya. Bagi burung-madu Ekor-merah jantan memiliki corak warna cukup beragam seperti merah tua, ungu metalik, kuning keemasan, hitam, dan abu-abu. Warna merah tua terlihat di bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota kepala, tenggorokan, sisi wajah, dada, tengkuk, pangkal punggung, dan sayapnya. Warna ungu metalik berupa garis agak tebal di bagian mahkota kepala, sisi mata, sisi bawah tenggorokan, dan bawah ekornya. Warna kuning keemasan hanya terlihat di area kedua sayapnya saja. Warna hitam tampak menutupi bagian belakang punggung, ujung sayap, dan sisi bawah sayapnya. Lalu warna abu-abu terdapat dibagian perut dan tunggirnya.

Sedangkan burung-madu Ekor-merah yang betina juga memiliki corak warna yang tak kalah beragam seperti abu-abu kehitaman, kuning kehijauan zaitun, hitam, merah, dan putih. Warna abu-abu kehitaman terlihat di bagian mahkota kepala, sisi wajah, dan tenggorokannya. Warna kuning kehijauan zaitun tampak menutupi area tengkuk, punggung, dan kedua sayapnya. Warna hitam terdapat di bagian ujung sayap dan ekornya saja. Warna merah hanya terdapat di bagian sisi ekornya. Lalu warna putih menutupi area perut dan tunggirnya saja. Selain itu, antara jantan dan betina mempunyai paruh yang melengkung ke bawah dan berukuran agak panjang dengan warna hitam.

Disamping itu, ciri kicauan burung-madu Ekor-merah terdengar lumayan merdu dan nyaring dengan volume yang agak tinggi. Tempo kicauannya tergolong sedang dengan irama nada yang naik turun secara beraturan. Bunyi kicauannya berupa siulan yang agak melengking dengan nada seperti “tziippp... tziipp” yang diulangi secara terus-menerus.

Nah, demikianlah penjelasan seputar burung-madu Ekor-merah yang tidak hanya memiliki corak warna indah tapi juga suara kicauannya terdengar merdu. Hanya saja, burung-madu Ekor-merah termasuk jenis burung yang dilindungi pemerintah untuk tidak diburu maupun dipelihara. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung-madu Ekor-merah dapat menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2015/10/30/burung-madu-ekor-merah-si-cantik-bersuara-tajam-dari-sumatera-dan-kalimantan/
http://www.kutilang.or.id/2011/11/21/burung-madu-ekor-merah/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Temminck%27s_Sunbird.jpg

Jumat, 02 November 2018

Mengulik Lebih Jauh Tentang Burung Tekukur Biasa

Sudah terbit di: https://steemit.com/burung/@lerengbukit/mengulik-lebih-jauh-tentang-burung-tekukur-biasa

Jenis burung Tekukur Biasa termasuk salah satu dari sederet burung ocehan yang sudah umum dikenal dan banyak dipelihara orang-orang. Alasan banyaknya yang memelihara burung Tekukur Biasa dikarenakan kicauannya yang lumayan merdu dan terkadang dimanfaatkan untuk memaster burung ocehan lainnya. Selain itu, habitat burung yang mirip Merpati ini berada tidak jauh dari pemukiman masyarakat baik di perkotaan maupun desa. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih dekat lagi terkait kehidupannya di alam bebas agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Tekukur Biasa memiliki daerah persebaran tidak hanya terdapat di wilayah Indonesia tapi juga ditemukan di negara lain. Negara-negara yang terdapat populasi burung Tekukur Biasa tergolong cukup banyak mulai dari Pakistan, Nepal, India, Sri Lanka, Myanmar, Tiongkok, Taiwan, Bangladesh, Thailand, dan Filipina. Selain itu, daerah di Indonesia yang menjadi habitat burung berukuran besar ini terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Nusantara Tenggara. Dalam penyebarannya burung Tekukur Biasa juga telah diintroduksi atau dilepasliarkan di daerah Sulawesi dan Maluku.

File:Spilopelia chinensis (Columbidae) (Spotted Dove), Dhaka, Bangladesh.jpg
Gambar: Burung Tekukur Biasa

Keberadaan burung yang bernama latin Spilopedia Chinensis ini di alam liar banyak terdapat di kawasan terbuka yang dekat dengan pemukiman masyarakat. Area lahan yang menjadi tempat tinggal burung Tekukur Biasa ini umumnya di taman, lahan terbuka yang terdapat pepohonannya, perkebunan, dan area lahan terbuka lainnya. Sewaktu mencari makanan seringnya berada di permukaan tanah bersama dengan kawanannya dalam jumlah kecil. Sarang yang dibangunnya saat memasuki musim berbiak memiliki bentuk cawan datar yang menggunakan ranting disusun rapi.

Sedangkan ukuran fisik burung Tekukur Biasa tergolong cukup besar dengan panjang sekitar 30 cm. Corak warna bulunya terdiri dari beberapa jenis warna seperti abu-abu kehitaman, hitam, putih, dan merah jambu. Warna abu-abu kehitaman tampak menutupi area atas tubuhnya yang meliputi bagian mahkota kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Warna hitam terlihat di bagian tengkuk, ujung sayap, dan pinggir ekornya. Warna putih menutupi area tepian sayap dan berupa bintik-bintik kecil disekitar tengkuknya. Lalu warna merah jambu tampak di area bawah tubuhnya mulai dari sisi wajah, tenggorokan, perut, dan tunggirnya.

Disamping itu juga, burung Tekukur Biasa memiliki paruh berwarna hitam yang berukuran sedang dan tampak agak tebal. Matanya berwarna hitam kecokelatan berukuran sedang dan berbentuk bulat. Ekornya yang berwarna abu-abu kehitaman berukuran agak panjang dan terdiri dari beberapa helai bulu yang lebar. Selain itu, perawakan tubuh burung Tekukur Biasa tampak mirip dengan burung Merpati dengan bagian dada dan perutnya yang berukuran agak besar.

Adapun ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Spotted Dove ini tergolong merdu. Volume kicauan yang dibunyikannya terdengar sedang dengan tempo yang tidak terlalu rapat. Suara kicauannya memiliki nada yang agak tinggi dengan bunyi seperti “te-kuk-kurrr” yang diulangi secara terus-menerus. Walaupun demikian, burung Tekukur Biasa termasuk jenis burung ocehan yang rajin atau aktif berkicau dengan durasi kicauan dapat mencapai di atas satu menitan.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Tekukur Biasa yang memiliki suara kicauan yang lumayan merdu dan nyaring. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah ketertarikan Anda terhadap jenis burung Tekukur Biasa. Karenanya bagi Anda yang berkeinginan memeliharanya dapat mencarinya di pasar burung ocehan ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/11/tekukur-biasa/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_tekukur_biasa.htm
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Spilopelia_chinensis_(Columbidae)_(Spotted_Dove),_Dhaka,_Bangladesh.jpg