Kamis, 27 September 2018

Brinji Gunung, Si Burung Ocehan Endemik yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/brinji-gunung-si-burung-ocehan-endemik-yang-bersuara-merdu

Bila ditanyakan tentang burung Brinji Gunung mungkin tidak banyak dari para pembaca yang mengenal ataupun pernah melihatnya secara langsung di alam liar. Hal ini terasa wajar sebab burung Brinji Gunung sangat jarang dibicarakan sebagai burung ocehan yang bersuara merdu. Selain itu, penyebaran burung ini pun hanya terbatas di wilayah hutan Indonesia atau disebut burung endemik. Hanya saja, suara kicauan yang dimilikinya terdengar cukup merdu atau tak kalah nyaring dibanding jenis burung ocehan yang sudah umum kita kenal. Untuk itu pada tulisan ini coba mengupasnya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenali burung Brinji Gunung.

Burung Brinji Gunung merupakan jenis burung ocehan yang mendiami area pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 850 sampai 2400 meter di atas permukaan laut. Daerah di kawasan Indonesia yang menjadi area tempatnya tinggal tersebar mulai dari Sumatera bagian barat dan Jawa. Area hutan yang sering ditinggalinya berada di sekitaran kaki gunung dan zona alpin hutan kerangas yang masih banyak ditumbuhi pepohonannya. Jauhnya keberadaan habitat burung Brinji Gunung yang tersebar di area pegunungan tentunya membuat orang-orang banyak yang tidak mengenalinya.

File:Ixos virescens 1838.jpg
Gambar: Ilustrasi Burung Brinji Gunung

Sewaktu berada di alam liar biasanya burung Brinji Gunung bertengger di tajuk pohon yang cukup tinggi. Begitu pula saat ingin mencari makanannya seringnya dilakukan secara berkelompok ataupun bergabung bersama jenis burung lain. Jenis makanan yang menjadi santapan rutinnya berupa serangga kecil dan buah-buahan. Sarang yang dibangunnya saat memasuki musim kawin memiliki bentuk mirip cawan yang letaknya tidak jauh dari tanah. Waktu berkembangbiak yang dijalaninya pun berlangsung sekitar bulan April dan Mei dengan jumlah telur yang dierami indukan berkisar dua butir.

Adapun ukuran fisik burung yang bernama latin Ixos Virescens ini tergolong agak besar dengan panjang sekitar 20 cm. Corak warna bulunya terdiri dari warna hijau zaitun, putih kusam, hitam, abu-abu, dan abu-abu kehijauan zaitun. Warna hijau zaitun tampak menutupi area atas tubuhnya seperti tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Warna putih kusam bercampur dengan hitam membentuk corak burik di bagian bawah tubuhnya yang meliputi area tenggorokan, dada, perut, dan tunggirnya. Warna abu-abu terlihat hanya menutupi bagian mahkota kepalanya saja. Lalu warna abu-abu kehijauan zaitun terdapat di sekitaran area pipi atau wajahnya.

Ciri lainnya dari burung Brinji Gunung adalah badannya yang tampak agak bulat dengan bulu-bulu lebat di sekitaran leher dan dadanya. Paruhnya yang berwarna hitam berukuran sedang dan berbentuk runcing. Ekornya yang berwarna hijau zaitun berukuran lumayan panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tampak agak lebar. Kakinya berwarna hitam pekat dengan ukuran sedang dan terlihat kurus.

Disamping itu, ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Sunda Streaked Bulbul ini termasuk lumayan nyaring dan agak melengking. Volume kicauan yang dibunyikannya terdengar agak tinggi tapi tidak sampai memekikkan telinga. Tempo kicauannya tergolong agak rapat yang berbunyi mirip crecetan dengan nada terpotong-potong. Nada kicauannya terdengar seperti: “ciit.. ciitt.. ciittt” yang dibunyikan secara terus-menerus dengan suara nyaring dan lantang.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Brinji Gunung yang habitat hidupnya hanya terdapat di Indonesia dan memiliki kicauan lumayan merdu. Hanya saja, populasi burung Brinji Gunung di alam liar sedang mengalami penurunan dengan status hampir terancam. Untuk itu ada baiknya memang tidak perlu memeliharanya agar populasinya di alam liar dapat meningkat. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan suara kicauannya maka dapat mengunduhnya dari internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2011/11/26/brinji-gunung/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_brinji_gunung.htm
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ixos_virescens_1838.jpg

Senin, 24 September 2018

Sekilas Tentang Burung Pelanduk Topi-hitam

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/sekilas-tentang-burung-pelanduk-topi-hitam

Jenis burung Pelanduk termasuk salah satu dari sederet jenis burung ocehan yang memiliki kicauan merdu dan nyaring..Kemerduan suara jenis burung Pelanduk terkadang sampai dimanfaatkan untuk memaster atau memancing burung ocehan lain agar rajin berkicau. Selain itu, jenis burung Pelanduk yang tersebar di wilayah Indonesia tergolong cukup banyak yang mencapai sepuluh jenis. Hanya saja, yang lebih dikenal orang-orang biasanya adalah jenis burung Pelanduk Semak. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan jenis burung Pelanduk lainnya yang juga bersuara nyaring. Adapun namanya adalah burung Pelanduk Topi-hitam.

Burung Pelanduk Topi-hitam mempunyai daerah persebaran hanya terbatas di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara yang terdapat populasi burung Pelanduk Topi-hitam ialah Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Keberadaannya di tanah air tersebar cukup luas yang meliputi Sumatera, Bangka dan Belitung, Kepulauan Natuna, Jawa, Kalimantan, dan Pulau Banggi. Di alam liar, biasanya jenis burung Pelanduk ini mendiami area dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian mencapai 700 meter di atas permukaan laut.

File:Pellorneum capistratum 1838.jpg
Gambar: Ilustrasi Burung Pelanduk Topi-hitam

Area hutan yang dijadikan burung yang bernama latin Pellorneum capistratum ini sebagai tempat tinggalnya berada di hutan primer, hutan sekunder, dan hutan bambu. Sewaktu mencari makanan biasanya bergerak secara sendirian atau berpasangan yang berada tidak jauh dari permukaan tanah. Jenis makanan yang umumnya disantap setiap hari cukup beragam mulai dari semut, ulat kupu-kupu, cacing, tempayak, keong, dan belalang. Waktu berkembangbiak bagi burung Pelanduk Topi-hitam berlangsung di beberapa bulan seperti Februari sampai April, Agustus, September, dan Desember. Sarang yang disusunnya menggunakan dedaunan kering dan ranting berbentuk cawan yang diletakkan tidak jauh dari permukaan tanah.

Adapun ciri fisik burung Pelanduk Topi-hitam berukuran sedang dengan panjang sekitar 17 cm. Corak warna bulunya terdiri dari empat warna yakni hitam, putih, cokelat kemerahan, dan kuning kemerahan. Warna hitam tampak di area kepalanya yang menutupi bagian mahkota kepala dan sisi wajahnya. Warna putih terlihat di bagian bawah mahkota kepala berupa garis lurus dan tenggorokannya. Warna cokelat kemerahan terdapat di bagian atas badannya mulai dari punggung, sayap, sisi bawah sayap, dan ekornya. Lalu warna kuning kemerahan tampak menutupi area dada dan perutnya.

Ciri lainnya yang perlu juga dicermati dari burung Pelanduk Topi-hitam memiliki paruh berwarna hitam yang berukuran sedang dan berbentuk tipis. Ekornya yang berwarna kecokelatan berukuran agak panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu. Kakinya yang berwarna hitam keabu-abuan berukuran agak panjang dan memiliki cakar yang tajam. Selain itu, tubuh burung Pelanduk Topi-hitam terlihat agak bulat dengan dada dan perutnya yang berukuran agak besar.

Sedangkan ciri kicauan burung Pelanduk Topi-hitam tergolong merdu dan nyaring dengan volume yang cukup tinggi. Tempo kicauannya tidak terlalu rapat dengan irama yang cukup tajam dan lantang. Nada kicauannya terdengar seperti “wuiittt... wuiittt” yang dibunyikan secara terus-menerus dengan durasi hingga mencapai lebih dari setengah menit.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Pelanduk Topi-hitam yang mempunyai suara nyaring dan lantang. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang jarang diperbincangkan. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung Pelanduk Topi-hitam mungkin dapat mencari nya di pasar burung ocehan ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2014/05/04/pelanduk-topi-hitam/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_pelanduk_topi_hitam.htm
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pellorneum_capistratum_1838.jpg