Jumat, 13 Juli 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Tangkar Cetrong

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-burung-tangkar-cetrong

Bila ditanyakan tentang burung Tangkar Cetrong mungkin tidak banyak dari para pembaca yang mengenal ataupun pernah melihatnya secara langsung di alam liar. Hal ini dirasa wajar sebab burung Tangkar Cetrong memang bukan termasuk jenis burung ocehan yang sering dipelihara orang-orang untuk dijadikan burung masteran atau sekedar burung rumahan saja. Walaupun demikian, bentuk tubuhnya tergolong unik dengan ekornya yang berukuran lumayan panjang dan corak warna bulunya termasuk cukup indah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Tangkar Cetrong merupakan jenis burung ocehan yang bertubuh lumayan besar dengan panjang mencapai 35 cm. Area penyebarannya terbatas hanya disekitaran wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia keberadaan burung Tangkar Cetrong diketahui tersebar mulai dari Kalimantan, Jawa, dan Bali saja. Tapi diduga juga terdapat disekitaran Sumatera walaupun sangat sedikit informasi yang memuat keberadaannya di sana.

File:Crypsirina temia.jpg
Gambar: Burung Tangkar Cetrong

Disamping itu, burung yang bernama latin Crypsirina Temia ini biasanya mendiami area dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 1500 meter di atas permukaan laut. Area lahan yang menjadi tempat tinggalnya adalah hutan sekunder, semak belukar yang ada pepohonannya, area lahan pertanian, dan pekarangan yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Sewaktu mencari makanan seringnya bergerak secara sendirian ataupun terkadang berpasangan. Jenis makanan yang disantapnya setiap hari tergolong beragam seperti aneka jenis serangga, keong, dan buah-buahan. Burung Tangkar Cetrong dikenal lincah saat terbang dari satu cabang pohon ke cabang yang lain. Waktu berkembangbiaknya berlangsung sekitar bulan April sampai Agustus dengan jumlah yang dierami indukannya dapat mencapai empat butir.

Nah, perlu diketahui bahwa burung Tangkar Cetrong tidak hanya memiliki tubuh yang agak besar tapi juga berekor lumayan panjang yang dapat mencapai sekitar 18 cm. Ekornya terdiri dari beberapa helai bulu yang agak lebar dengan bagian ujungnya berbentuk mirip sendok. Ekor panjang yang dimiliki burung Tangkar Cetrong berguna sebagai penyeimbang saat hendak terbang ataupun mendarat agar tidak sampai jatuh. Corak warna bulunya didominasi warna abu-abu hijau zaitun yang menutupi sebagian besar tubuhnya mulai dari mahkota, tengkuk, punggung, sayap, dada, perut, dan tunggirnya. Lalu tampak juga warna abu-abu kehitaman yang terdapat disepanjang ekornya. Pada bagian depan wajahnya terlihat berwarna hitam pekat dengan paruh yang warnanya keabu-abuan.

Ciri lainnya yang dapat digali dari burung Tangkar Cetrong adalah paruhnya yang berukuran agak panjang dan tampak tebal. Matanya berwarna hitam dibagian pupil dan berwarna biru laut disekitaran pupilnya tersebut dengan ukuran yang agak besar dan berbentuk bulat. Kakinya yang berwarna hitam keabu-abuan memiliki ukuran sedang dengan jari yang agak panjang dan kuku yang tajam. Selain itu, burung Tangkar Cetrong termasuk dalam keluarga Corvidae atau bagian dari jenis burung gagak.

Adapun ciri kicauan burung yang juga dipanggil sebagai burung Irian ini terdengar agak melengking dengan volume yang lumayan tinggi. Bunyi kicauannya berupa teriakan dengan tempo yang sedang dan terus melakukan pengulangan nada secara terus-menerus atau monoton. Tapi terkadang juga, burung berekor panjang ini mengeluarkan kicauan berupa getaran yang diselingi suara yang agak bulat sebagai penutupnya. Walaupun demikian, bunyi kicauannya juga terdengar lumayan lantang dan cukup tajam ditiap ujung bunyinya.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Tangkar Cetrong yang ekornya berukuran cukup panjang dengan ujung berbentuk mirip sendok. Selain itu, sedikit tambahan informasi burung Tangkar Cetrong termasuk burung kicauan yang suka sekali mandi guna menjaga kebersihan bulu dan ekornya agar tetap cantik dan indah. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah informasi seputar ragam jenis burung ocehan yang jarang dibicarakan orang-orang. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung Tangkar Cetrong dapat mencarinya di pasar burung ataupun menyimpan audio suaranya yang ada di internet untuk menambah koleksi suara burung ocehan. yang nantinya dapat dipakai sebagai suara masteran bagi burung lain. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/07/28/tangkar-cetrong-kerabat-cililin-bersuara-keras/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_tangkar_cetrong.htm
http://www.kutilang.or.id/2012/06/13/tangkar-centrong/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Crypsirina_temia.jpg

Senin, 09 Juli 2018

Mengenal Keindahan Burung Perkici Pelangi

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/mengenal-keindahan-burung-perkici-pelangi

Jenis burung Perkici termasuk bagian dari jenis burung paruh bengkok yang memiliki corak warna indah. Keindahan warna yang tampak pada jenis burung Perkici dikarenakan terdiri warna bulunya yang terdiri dari beberapa jenis warna yang agak gelap dengan corak yang jarang dimiliki jenis burung ocehan lainnya. Selain itu, beberapa jenis burung Perkici juga mempunyai suara kicauan lumayan merdu dan nyaring. Karenanya, banyak yang menggemari jenis burung paruh bengkok ini untuk dipelihara sebagai burung ocehan di rumah. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan salah satu jenis burung Perkici yang memiliki corak warna bulu yang indah. Adapun namanya adalah burung Perkici Pelangi.

Burung Perkici Pelangi merupakan jenis burung ocehan yang berbulu indah dengan daerah persebaran hanya terbatas di wilayah Indonesia dan Australia saja. Keberadaannya di Indonesia tersebar sebagian besarnya di wilayah timur dan ada juga di arah barat mulai dari Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa. Banyaknya keberadaan burung Perkici Pelangi yang tersebar di bagian timur Indonesia membuat namanya pun cukup beragam dikenal orang-orang yang dipanggil burung Kwiesier dan Pirihu.

File:Rainbow Lorikeet Trichoglossus haematodus Perched 1900px.jpg
Gambar: Burung Perkici Pelangi

Kehidupan burung Perkici Pelangi di alam liar biasanya mendiami area hutan hujan yang cukup lebat dan habitat terbuka yang masih ada pepohonannya. Sewaktu mencari makanan pada siang hari seringnya bergerak dalam bentuk kelompok dengan jumlah kawanan dapat mencapai 5 sampai 20 ekor. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya umumnya cukup beragam mulai dari buah-buahan, nektar bunga, getah pohon, biji-bijian, dan terkadang juga menyantap serangga. Selain itu, burung Perkici Pelangi dikenal memiliki sifat agresif bagi burung lain yang mencoba mendekati area tempatnya mencari makanan dan sarangnya. Sifat agresif ini ditunjukkan tidak hanya menggertak tapi juga sampai menyerang hingga burung lain tersebut pergi dari daerah kekuasaannya.

Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Trichoglossus Haematodus ini memiliki ukuran tubuh yang lumayan besar dengan panjang dapat mencapai 30 cm. Corak warna bulunya terdiri dari lima jenis warna yakni biru tua, merah, hitam, hijau tua, dan kuning. Warna biru tua tampak menutupi bagian mahkota kepala dan area kedua pipinya. Warna merah tampak di bagian paruh, punggung berupa garis tipis, dada, dan pangkal perutnya. Warna hitam terlihat di bagian bawah kepala, tenggorokan, dada berupa garis-garis, dan perutnya. Warna hijau dapat dilihat menutupi area tengkuk, punggung, sayap, ekor, dan perutnya. Lalu warna kuning terdapat dibagian bawah kepala dekat tengkuk dan di sekitaran bawah perut serta dekat kakinya.

Pada bagian kepalanya yang berwarna biru tua memiliki bulu yang bentuknya mirip duri-duri kecil. Paruhnya tentu berbentuk bengkok dengan bagian atas yang berukuran lebih panjang dan besar. Matanya berwarna hitam dengan iris yang tampak merah dan berukuran tidak terlalu besar yang berbentuk bulat. Sayapnya berukuran agak besar dan panjang dengan bagian ujungnya menyentuh pangkal ekornya. Kaki berwarna hitam kecokelatan dengan ukuran agak panjang di bagian jari-jarinya dan kukunya tampak sedang.

Sedangkan suara kicauan burung Perkici Pelangi terdengar agak melengking dengan volume yang lumayan tinggi. Bunyi kicauannya cenderung datar atau kurang berirama dengan hanya mengandalkan ketinggian volume suaranya saja. Selain itu, burung Perkici Pelangi juga dikenal berisik saat mengeluarkan kicauannya. Dan juga, nada kicauannya tidak semerdu jenis burung Perkici lainnya yang umumnya memiliki kicauan bervariasi dan nyaring.

Walaupun suara kicauan burung Perkici Pelangi terdengar kurang nyaring dan agak monoton tapi tetap banyak yang menggemarinya untuk dijadikan burung peliharaan. Hal ini tentunya dikarenakan corak warna bulunya yang dihiasi oleh variasi warna cerah dan terang. Hanya saja, untuk memelihara burung Perkici Pelangi tidak semudah seperti membeli burung ocehan pada umumnya tapi mengikuti aturan khusus yang ditentukan pemerintah. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan burung Perkici Pelangi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam yang terdapat di tiap provinsi dan termasuk mempelajari tata cara perawatan hariannya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2014/03/19/merawat-dan-menangkar-burung-perkici-pelangi/
http://www.kutilang.or.id/2011/10/31/perkici-pelangi/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rainbow_Lorikeet_Trichoglossus_haematodus_Perched_1900px.jpg