Kamis, 03 Januari 2019

Burung-buah Jambul, Si Burung Ocehan Endemik dari Tanah Papua

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/burung-buah-jambul-si-burung-ocehan-endemik-dari-tanah-papua

Bila mendengar nama burung-buah Jambul mungkin masih belum familiar di telinga para pembaca sekalian. Hal ini pun terasa wajar dikarenakan burung-buah Jambul masih tergolong burung liar yang belum umum dijadikan sebagai burung peliharaan. Selain itu, area persebarannya pun sangat terbatas yang hanya terdapat di Pulau Papua dan sekitarnya saja. Walaupun demikian, kita tetap perlu juga mengenalnya sebab corak warna bulunya cukup bervariasi yang terlihat mencolok dan indah. Untuk itu lah pada tulisan ini coba menguliknya agar kita bisa semakin mengenalinya.

Burung-buah Jambul merupakan salah satu dari delapan jenis burung-buah yang berasal dari keluarga Dicaeidae. Disinggung pada paragraf awal bahwa area persebarannya diketahui hanya terdapat di tanah Papua yang meliputi Pegunungan Weyland, Pegunungan Snow, area Gunung Wilhelmina, Gunung Jayawijaya, sekitar lereng pegunungan Snow, area sekitar Pegunungan Star, dan bagian semenanjung Huon. Walaupun area persebarannya hanya terbatas di Pulau Papua saja tapi jumlah sub-spesiesnya tergolong agak banyak yang mencapai empat jenis.


Gambar: Burung-buah Jambul

Sedangkan sewaktu berada di alam liar biasanya burung yang bernama latin Paramythia Montium ini hanya tersebar di area perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian maksimal mencapai 2500 meter di atas permukaan laut. Area alam liar yang menjadi habitatnya pun banyak tersebar di bagian hutan sub alpin, hutan terbuka, semak belukar, dan hutan sekunder yang cukup jarang dilewati orang-orang. Kebiasaannya saat mencari makanan seringnya bergerak secara berpasangan dan terkadang membentuk kelompok kecil dengan bertengger di atas pohon maupun turun ke area permukaan tanah. Selain itu, jenis makanan yang rutin disantapnya hanya berupa buah-buahan dan biji-bijian saja.

Adapun ciri fisik burung-buah Jambul memiliki panjang yang tidak jauh berbeda dari jenis burung ocehan lainnya sekitar 20 cm saja. Nah, corak warna bulunya tampak sangat indah yang terdiri dari hitam pekat, putih, hijau tua, kuning, dan biru tua. Warna hitam terlihat jelas menutupi bagian jambul mahkota kepala, sisi depan wajah dekat paruh, tenggorokan, dan dadanya. Warna putih hanya terdapat dibagian atas kepala sampai ke area tengkuk, warna hijau tua terlihat di bagian punggung, sayap, dan sedikit di bagian sisi bawah dekat perutnya. Warna kuning hanya terlihat di bagian sisi bawah sayap dan tunggirnya. Lalu warna biru tua terdapat di bagian sisi wajah, pangkal punggung, perut, dan ekornya.

Begitu juga dengan paruhnya yang berwarna hitam pekat dengan ukuran sedang dan terlihat agak tebal. Matanya yang berwarna hitam kecokelatan tua berukuran sedang dengan sorot yang cukup tajam. Pada bagian atas kepalanya terdapat jambul berukuran agak panjang yang bisa ditegakkannya. Ekornya yang berwarna kebiruan tua berukuran agak panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang agak lebar. Lalu kakinya yang berwarna kecokelatan tua berukuran sedang dengan cakar yang tajam.

Disamping itu, ciri suara kicauan burung yang dalam bahasa Inggris disapa dengan Crested Berrypecker ini kurang terlalu nyaring dan merdu. Nada suaranya terdengar agak parau pendek atau mirip suara kecupan yang tidak terlalu kencang. Volume kicauannya juga lumayan pelan dengan tempo yang agak cepat.

Yup, demikianlah penjelasan seputar burung-buah Jambul yang corak warna bulunya terlihat sangat indah dengan adanya jambul di bagian kepalanya. Hanya saja, mengingat keberadaannya yang terbatas di Pulau Papua saja maka ada baiknya kita tidak perlu menangkap atau memeliharanya agar kelestariannya di alam liar tetap terjaga dan terhindar dari ancaman kepunahan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/04/20/burung-buah-jambul/
2. https://www.hbw.com/species/eastern-crested-berrypecker-paramythia-montium

Sumber Gambar:
https://www.flickr.com/photos/antpitta/41869208960/

Senin, 31 Desember 2018

Robin Badut, Si Burung Ocehan Endemik dari Tanah Papua

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/robin-badut-si-burung-ocehan-endemik-dari-tanah-papua

Bila membaca nama burung Robin Badut mungkin akan sedikit menggelitik perut Anda. Hal ini dirasa wajar sebab yang terbesit di benak Anda sebelum melihat fotonya ialah burung tersebut memiliki perawakan wajah yang lucu mirip seperti Badut. Padahal tidak ada kaitannya sama sekali antara raut wajah dengan namanya yang tergolong unik dan mudah diingat tersebut. Walaupun demikian, suara kicauannya termasuk merdu dan nyaring yang tak kalah dibandingkan dengan jenis burung ocehan lainnya. Untuk itu, pada tulisan ini coba menguliknya agar kita bisa semakin mengenalnya.

Burung Robin Badut merupakan salah satu dari enam belas jenis burung Robin yang berasal dari keluarga Petroicidae. Area persebarannya diketahui hanya terdapat di kawasan Papua saja yang meliputi bagian barat laut Papua (sekitar Pegunungan Tamrau dan Pegunungan Arfak), Pegunungan Weyland, Pegunungan Gauttier (bagian utara dan tengah Pulau Papua), Pegunungan Adelbert (bagian timur laut Papua), dan Pegunungan Herzog. Mengingat begitu luas area persebarannya mungkin tak bisa dilepaskan dari jumlah sub-spesiesnya yang tergolong banyak sekitar lima jenis.

File:Heteromyias albispecularis 1.jpg
Gambar: Burung Robin Badut

Adapun sewaktu berada di alam liar biasanya burung yang bernama latin Heteromyias Albispecularis ini di alam liar diketahui hanya tersebar di kawasan dataran tinggi dengan rentang 1450 sampai 2550 meter di atas permukaan laut. Area hutan yang menjadi habitatnya berupa hutan primer dan sekunder yang jarang dilewati orang-orang. Kebiasaannya saat mencari makanan dilakukan dengan bertengger pada sebuah batang pohon secara vertikal dengan memburu serangga kecil hingga sedang. Musim kawin yang biasa dijalaninya berlangsung sekitar bulan Desember hingga Juli.

Sedangkan ukuran fisiknya tidak jauh beda dibandingkan jenis burung ocehan lainnya dengan panjang hanya sekitar 17 cm saja. Corak warna bulunya tampak agak kusam yang terdiri dari warna abu-abu kecokelatan, cokelat kusam, putih, dan hitam. Warna abu-abu kecokelatan tampak menutupi bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota kepala, sisi atas wajah, punggung, sayap, dan ekornya. Warna cokelat kusam terlihat di bagian sisi samping perut dan tunggirnya. Warna putih terlihat di bagian bawah mata berupa garis tipis melingkar, tenggorokan, dada, dan perutnya. Lalu warna hitam terlihat di bagian depan mata berupa garis lurus tebal dan sisi pinggir sayapnya.

Ciri lainnya yang bisa dikenali dari burung Robin Badut ialah paruhnya yang berwarna hitam kecokelatan berukuran sedang dan terlihat agak tebal. Matanya yang berwarna hitam kecokelatan berukuran sedang dengan sorot yang lumayan tajam. Sayapnya yang berwarna abu-abu kecokelatan berukuran agak panjang yang menyentuh bagian pangkal ekornya. Kakinya yang berwarna cokelat kemerahan berukuran sedang yang terlihat agak ramping atau kurus. Lalu ekornya berukuran sedang dengan bulu-bulu yang terlihat agak lebar.

Disamping itu, ciri suara kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Grey-headed Robin ini tergolong nyaring dan agak melengking di telinga. Irama kicauannya cukup teratur dengan volume yang naik secara beruntun lalu turun kembali. Tempo kicauannya juga tergolong agak cepat tapi tidak sampai seperti bunyi crecetan. Hanya saja, nada suaranya termasuk monoton dengan mengeluarkan bunyi siulan rentetan secara terus-menerus yang berdurasi sekitar hampir satu menitan.

Nah, begitulah penjelasan seputar burung Robin Badut yang merupakan burung endemik dari tanah Papua. Oleh karenanya dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita seputar ragam jenis burung ocehan yang masih cukup jarang dibicarakan atau diulas. Akan tetapi, mengingat habitatnya yang hanya tersebar di kawasan hutan pegunungan Papua tentu akan sulit mencarinya di pasar burung ocehan. Untuk itu, solusinya pun dengan mencari rekaman suara kicauannya yang ada di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/09/06/robin-badut/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Heteromyias_albispecularis_1.jpg