Selasa, 26 Juni 2018

Nuri Talaud, Si Burung Ocehan Terancam Punah yang Dilindungi

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/nuri-talaud-si-burung-ocehan-terancam-punah-yang-dilindungi

Jenis burung Nuri termasuk salah satu jenis burung ocehan yang cukup banyak digemari orang-orang di berbagai negara termasuk Indonesia. Kegemaran orang-orang terhadap jenis burung Nuri dikarenakan corak warna bulunya yang bervariasi dan kepintarannya dalam menirukan suara burung lain. Hanya saja, dengan begitu banyaknya yang menggemari untuk dipelihara telah membuat populasinya di alam kian menurun hingga menghadapi kepunahan. Karenanya, banyak di antara jenis burung Nuri digolongkan sebagai jenis satwa liar yang dilindungi pemerintah dari aksi perburuan atau perdagangan. Dan salah satu jenis burung Nuri yang keberadaannya di alam liar dilindungi pemerintah adalah burung Nuri Talaud.

Burung Nuri Talaud merupakan jenis burung endemik Indonesia yang daerah persebarannya berada di kawasan Sulawesi bagian utara. Daerah yang menjadi habitat burung Nuri Talaud terdapat di beberapa pulau dan kepulauan seperti Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Pulau Sangihe, Pulau Siau, dan Pulau Ruang. Selain itu, jenis hutan yang dijadikan tempat tinggalnya berada di area dataran yang tidak terlalu tinggi dengan ketinggian hanya mencapai 500 meter dari permukaan laut.

File:Eos histrio talautensis 1.jpg
Gambar: Burung Talaud

Kehidupan burung Nuri Talaud di alam liar biasanya berada di area hutan perbukitan, perkebunan kelapa, dan hutan primer. Kebiasaannya saat beraktivitas sering bergerak secara berpasangan ataupun membentuk kelompok kecil dan besar hingga berjumlah di atas sepuluh ekor. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya bukan sejenis serangga atau pakan hidup lainnya tapi berupa nektar yang terdapat di pohon berbunga maupun pohon kelapa. Saat beraktivitas di siang hari terkadang burung paruh bengkok ini dapat terbang meninggalkan sarangnya dan menuju pulau terdekat di sekitarnya. Dan sewaktu di malam hari biasanya kawanan burung Nuri Talaud akan tidur di atas pohon besar dalam jumlah banyak yang jumlah dapat mencapai puluhan ekor.

Sedangkan ciri fisik burung yang bernama latin Eos Histrio tergolong jenis burung yang berukuran agak besar dengan panjang mencapai 31 cm. Corak warna bulunya tampak terang yang terdiri dari tiga variasi yakni merah, biru tua mengkilap, dan hitam. Warna merah terdapat di beberapa bagian tubuhnya mulai dari depan kepala, belakang kepala dekat tengkuk, area pipi, tenggorokan, sisi perut, punggung belakang, dan sayapnya. Warna biru tua mengkilap tampak dibagian mahkota kepala, sisi belakang mata, tengkuk, pangkal punggung, dada, dan tunggirnya. Lalu warna hitam terlihat menutupi area tengah punggung, ujung sayap dan ekornya.

Ciri lainnya yang perlu diketahui dari burung yang dipanggil Sampiri ini oleh masyarakat di Sulawesi memiliki paruh bengkok yang berukuran sedang dengan bentuk agak besar dan berwarna oranye. Matanya berukuran sedang dengan bentuk bulat dan berwarna hitam kecokelatan. Sayapnya berukuran lumayan panjang yang bagian ujugnnya melebihi pangkal ekornya. Lalu ekornya juga memiliki ukuran cukup panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang agak tebal. Kakinya yang berwarna hitam keputihan berukuran sedang dengan bentuk agak tebal dan cakar yang tajam.

Adapun ciri kicauan burung Nuri Talaud terdengar parau atau agak kasar dengan volume yang sedang. Bunyi kicauannya bernada pendek yang terkesan agak monoton sambil diulangi secara terus-menerus. Tapi burung Nuri Talaud juga mempunyai suara kicauan yang agak melengking dan sangat jarang sekali dibunyikannya. Walaupun demikian, durasi kicauannya termasuk agak lama hingga mencapai setengah menit.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Nuri Talaud yang termasuk salah satu jenis burung ocehan yang populasinya kian sedikit dan keberadaannya di lindungi pemerintah. Alasan orang-orang yang banyak memburu burung Nuri Talaud tentu dikarenakan corak warnanya yang indah dan harganya yang lumayan mahal. Selain itu keberadaannya pun sangat terbatas hanya tersebar di area utara Sulawesi. Untuk itu kita perlu menjaga kelestarian populasinya dengan tidak menanggapi, memperdagangkan, maupun memeliharanya karena bisa terjerat hukum. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/09/22/nuri-talaud/
https://omkicau.com/2017/12/17/burung-nuri-talaud-sampiri-fauna-endemik-sulawesi-yang-terancam-punah/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Eos_histrio_talautensis_1.jpg


Related Posts :