Rabu, 20 Juni 2018

Sekilas Tentang Burung Bondol Peking

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@puncakbukit/sekilas-tentang-burung-bondol-peking

Bila ditanyakan tentang burung Bondol Peking mungkin sudah ada dari para pembaca yang mengenal ataupun pernah melihatnya di alam liar. Hal ini dikarenakan keberadaan burung Bondol Peking tersebar merata di hampir semua daerah yang ada di Indonesia. Hanya saja, orang-orang yang mengenalnya bukan disebabkan banyak yang memeliharanya atau sering diikutkan dalam perlombaan. Melainkan, burung Bondol Peking termasuk jenis burung ocehan yang suka berada dekat pemukiman masyarakat. Walaupun demikian, suara kicauannya tetap tak kalah merdu dibandingkan jenis burung Bondol lainnya. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya tidak sebagai burung liar tapi burung ocehan.

Burung Bondol Peking memiliki daerah persebaran cukup merata di tanah air mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Pulau Nias, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Di luar negeri pun keberadaan burung Bondol Peking juga tersebar hingga mencapai belahan negara Asia lainnya. Dan negara-negara di Asia yang terdapat populasi burung Bondol Peking meliputi Tiongkok, India, Pakistan, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Taiwan, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos, dan Vietnam. Luasnya negara dan daerah yang menjadi habitat hidupnya membuat jenis burung Bondol ini sudah cukup umum sering dilihat di berbagai tempat.

File:Lonchura punctulata.jpg
Gambar: Burung Bondol Peking

Kehidupan burung yang bernama latin Lonchura Punctulata ini di alam liar biasanya berada di area dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 2300 meter di atas permukaan laut. Area alam bebas yang menjadi tempatnya tinggal sering kali tidak jauh dari pemukiman masyarakat mulai dari semak belukar, lahan budidaya, persawahan, tambak atau kolam ikan, area rawa-rawa, padang rumput, dan bahkan di tepian jalan. Sewaktu mencari makanan terkadang bergerak secara berpasangan ataupun membentuk kelompok kecil kurang dari sepuluh ekor. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya juga tidak berbeda dari jenis Bondol lainnya yakni berupa biji-bijian yang berasal dari padi ataupun rumput.

Perilaku burung Bondol Peking tidak ubahnya mirip dengan jenis burung Bondol lainnya yang dikenal aktif terbang sambil berkicau secara serempak. Sarang yang dibangunnya saat memasuki musim kawin berbentuk mirip botol yang diletakkan tak jauh dari semak belukar ataupun di atas pohon. Waktu berkembangbiaknya berlangsung hampir sepanjang tahun tergantung dari daerah masing-masing yang menjadi habitatnya. Jumlah telur yang dapat dierami indukkannya pun tergolong cukup banyak yang mencapai sekitar enam butir dalam sekali musim kawin.

Nah, ciri fisik burung Bondol Peking memiliki ukuran tubuh yang terbilang kecil dengan panjang hanya sekitar 11 cm saja. Corak warna bulunya tampak indah dengan adanya perpaduan warna putih dan cokelat kehitaman di bagian bawah tubuhnya. Perpaduan dua warna tersebut membentuk corak sisik yang terlihat di bagian pangkal dada, sisi samping perut, dan sisi bawah sayapnya. Pada bagian tengah perut dan tunggirnya ditutup dengan warna putih yang terlihat agak kusam. Lalu tampak pula warna cokelat tua yang mendominasi warna tubuhnya di bagian kepala, sisi wajah, tenggorokan, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Tapi di area tenggorokannya terlihat warna cokelat yang agak kehitaman dan di bagian ekornya warna cokelatnya tampak lebih muda.

Di samping itu, paruh burung Bondol Peking yang berwarna hitam tampak berukuran sedang dengan bentuk mirip corong yang agak tebal. Matanya berukuran sedang dan berbentuk bulat dengan warna hitam di area pupil serta warna putih yang tampak melingkar di bagian luar matanya. Ekornya yang berwarna cokelat terang berukuran sedang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tidak terlalu tebal. Kakinya yang berwarna abu-abu kehitaman berukuran sedang dan terlihat sedikit berisi atau tebal dengan cakar yang tajam.

Sedangkan ciri kicauan burung yang dalam bahasa inggris dipanggil Scaly-breasted Munia ini terdengar nyaring dan agak melengking di telinga. Volume kicauannya tergolong cukup tinggi yang dibunyikan dengan tempo agak cepat dan durasinya tidak terlalu panjang atau hanya sekitar 20 detik-an saja. Tapi nada kicauannya terdengar cukup monoton dengan adanya pengulangan yang dilakukan secara terus-menerus sampai akhir ocehannya. Bunyi nada kicauan burung Bondol Peking terdengar seperti: “ki..diii, ki...diii”.

Yup, begitulah ulasan seputar burung Bondol Peking yang memiliki corak warna bulu lumayan indah dan menarik diperhatikan. Hanya saja, kekurangan dari burung Bondol Peking terletak di bagian kicauannya yang monoton atau kurang bervariasi. Walaupun demikian, burung Bondol Peking tetap berkicau dengan lantang dan enak didengar di telinga kita. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan nya maka dapat mencarinya di pasar burung ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang terdapat di internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/11/17/bondol-peking/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_bondol_peking.htm

Sumber Tulisan:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lonchura_punctulata.jpg


Related Posts :