Selasa, 03 Juli 2018

Bondol Haji, Si Burung Ocehan Mungil yang Bersuara Merdu

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/bondol-haji-si-burung-ocehan-mungil-yang-bersuara-merdu?sort=votes

Bila ditanyakan tentang burung Bondol Haji mungkin ada di antara para pembaca yang sudah maupun belum mengenalnya. Hal ini terasa wajar sebab burung Bondol Haji bukanlah termasuk jenis burung ocehan yang sering diperdagangkan maupun dipelihara. Padahal suara kicauan burung Bondol Haji terdengar nyaring dan lumayan rajin berkicau. Selain itu, keberadaannya di hutan Indonesia tersebar cukup merata di berbagai pulau besar dan daerah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih dalam lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Bondol Haji termasuk jenis burung ocehan yang daerah persebarannya hanya terbatas di wilayah Asia Tenggara saja. Negara-negara di Asia Tenggara yang terdapat populasi burung Bondol Haji hanya tersebar di empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Akan tetapi dalam perkembangannya, burung Bondol Haji juga telah diintroduksi atau dilepasliarkan di Osaka dan Okinawa, Jepang. Selain itu, dikatakan pada paragraf awal bahwa burung yang berukuran mungil ini tersebar merata di berbagai daerah mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

File:Lonchura maja by Michael MK Khor.jpg
Gambar: Burung Bondol Haji

Kehidupan burung Bondol Haji di alam liar biasanya berada di dataran rendah sampai area dataran tinggi yang mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Area yang menjadi tempat tinggalnya tidak berada di hutan primer maupun sekunder tapi terdapat di sekitaran rawa-rawa, rawa buluh, dan persawahan milik masyarakat. Kebiasaannya saat mencari makanan seringnya dilakukan secara berkelompok dalam jumlah lumayan besar dan sering menyasar area persawahan masyarakat. Sebab makanan yang rutin disantapnya setiap hari berupa biji-bijian dari padi maupun rumput. Masa berkembangbiak yang dijalani burung Bondol Haji seringnya berlangsung sekitar bulan Februari dengan jumlah telur yang dierami indukannya dapat mencapai tujuh butir.

Sedangkan ciri fisik burung yang bernama latin Lonchura Maja ini memiliki ukuran tubuh mungil dengan panjang hanya sekitar 11 cm saja. Corak warna bulunya hanya terdiri dari dua warna yakni putih dan cokelat tua. Warna putih tampak menutupi di bagian kepala mulai dari mahkota, sisi pipi, leher, tengkuk, dan tenggorokannya. Lalu warna cokelat tua terlihat di sebagian besar tubuhnya seperti keseluruhan punggung, kedua sayap, dada, perut, tunggir, dan ekornya.

Disamping itu, burung Bondol Haji mempunyai paruh yang berukuran sedang dengan bentuk agak besar dan tebal yang berwarna putih keabu-abuan. Matanya berukuran agak besar dengan bentuk bulat dan berwarna hitam. Kedua kakinya yang berwarna hitam keabu-abuan juga berukuran sedang dengan kuku yang tampak agak panjang. Ekornya yang berwarna cokelat tua berukuran cukup pendek yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tidak terlalu lebar.

Adapun suara kicauan burung Bondol Haji terdengar lumayan nyaring dan agak melengking dengan volume yang tinggi. Kicauannya tampak monoton dengan mengulangi nada “puip... puipp” secara terus-menerus. Dari awal kicauannya nada yang terdengar sudah tinggi dengan bunyi riuh yang dilakukan secara berkelompok. Selain itu juga, suara kicauannya lumayan lantang yang dapat disimak dibagian ujungnya.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Bondol Haji yang kadang juga dipanggil dengan nama Banda Uban ataupun Emprit Haji. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita seputar burung ocehan yang jarang diperbincangkan tapi memiliki suara yang tak kalah merdu. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2011/11/17/bondol-haji/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_bondol_haji.htm

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lonchura_maja_by_Michael_MK_Khor.jpg


Related Posts :