Jumat, 31 Agustus 2018

Mengenal Lebih Dekat Burung Raja-udang Biru

Sudah terbit di: https://steemit.com/burungocehan/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-burung-raja-udang-biru

Bila ditanyakan tentang burung Raja-udang Biru mungkin banyak di antara para pembaca yang belum mengenalinya. Hal ini terasa wajar sebab burung Raja-udang Biru termasuk jenis burung yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah sehingga tidak banyak yang membicarakannya. Hanya saja, burung yang termasuk dalam keluarga Alcedinidae ini memiliki corak warna yang cukup indah dengan paruh yang berukuran lumayan panjang. Selain itu, burung Raja-udang Biru diketahui hanya tersebar di wilayah Indonesia atau disebut sebagai burung endemik. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Burung Raja-udang Biru merupakan burung endemik yang keberadaannya hanya terbatas di wilayah hutan Indonesia saja. Daerah yang menjadi habitatnya tersebar cukup luas mulai dari Sumatera di bagian selatan, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores. Dataran yang menjadi tempatnya tinggal berada di dataran rendah yang tidak jauh dari perairan tawar dan payau. Dan area yang ditempati burung Raja-udang Biru ini umumnya berada di sekitar rawa-rawa pesisir, hutan mangrove, dan muara sungai.

File:Small Blue Kingfisher (Alcedo coerulescens) - male.jpg
Gambar: Burung Raja-udang Biru

Sewaktu berada di alam liar biasanya burung yang bernama latin Alcedo Coerulescens ini sering bertengger pada sebuah batang kayu atau ranting yang berada dekat pinggir sungai. Untuk memburu mangsanya umumnya terbang melayang dengan cepat dan turun menukik menuju permukaan air dengan mencelupkan paruhnya untuk menangkap mangsa. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya terdiri dari ikan, serangga yang berukuran kecil dan krustasea. Waktu berkembang biak yang dijalani burung Raja-udang Biru berlangsung sekitar bulan Mei sampai Agustus dengan jumlah telur dapat mencapai lima butir.

Sedangkan ukuran tubuh burung Raja-udang Biru tergolong cukup kecil dengan panjang hanya sekitar 14 cm saja. Corak warna bulunya tampak terdiri dari tiga warna yakni biru, putih, dan hitam. Warna biru menutupi sebagian besar area tubuhnya mulai dari mahkota kepala, sisi wajah, dada, punggung, sayap, dan ekornya. Warna putih tampak di bagian area tengkuk, tenggorokan, perut, dan tunggirnya. Warna hitam terlihat di sekitaran pinggir sayap, depan wajah, dan bawah ekornya berupa garis yang tidak terlalu tebal.

Disamping itu, burung Raja-udang Biru ini memiliki paruh berwarna hitam pekat yang berukuran lumayan panjang dengan bentuk agak pipih dan tebal. Matanya berwarna kehitaman yang berbentuk bulat dan berukuran agak besar. Kakinya berwarna kehitaman yang berukuran sedang dan tampak kurus. Ekornya yang berwarna kebiruan berukuran pendek dan terdiri dari beberapa helai bulu yang tersusun cukup rapat.

Adapun ciri kicauan burung yang dalam bahasa Inggris dipanggil Cerulean Kingfisher ini terdengar nyaring dan agak melengking. Suara kicauan yang dibunyikannya bervolume agak tinggi dengan tempo yang tidak terlalu rapat. Bunyi kicauannya terdengar tidak terlalu berirama dan cenderung monoton dengan mengeluarkan nada berupa: “tiww...tiwww...tiww”. Walaupun demikian, suara kicauannya terdengar lantang dan cukup tajam di tiap bagian ujungnya.

Nah, demikianlah ulasan seputar burung Raja-udang Biru yang corak warna bulunya tampak indah dan memiliki kicauan yang cukup nyaring. Akan tetapi burung Raja-udang Biru termasuk jenis burung yang dilindungi oleh perundang-undangan sehingga tidak diperbolehkan untuk menangkap maupun memeliharanya. Hanya saja, bagi Anda yang tertarik dengan suara kicauannya maka dapat mengunduhnya dari internet. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2012/10/21/raja-udang-biru/
  2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_raja_udang_biru.htm
Sumber Gambar:
  • https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Small_Blue_Kingfisher_(Alcedo_coerulescens)_-_male.jpg


Related Posts :